Skip to main content

Data Export

Filter data sesuai kebutuhan, kemudian klik tombol Apply.

Untuk mengunduh data, klik tombol CSV yang terletak di bagian paling bawah.

Displaying 1081 - 1090 of 1201
Tanggal Kejadian Kekerasan Kota/Kab Deskripsi
Pelecehan Ihwal pelecehan itu terjadi saat ketiga wartawan itu hendak mengonfirmasi laporan Gerakan Antikorupsi Indonesia yang menuding Akmal mengorupsi dana APBD tahun 2007. Gerak Indonesia melaporkan kasus dugaan korupsi itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Serangan Wartawan Detikcom Andi Saputra mengalami penganiayaan oleh sekelompok mahasiswa ketika sedang menjalankan tugas meliput peristiwa di Kampus Universitas Katholik Atma Jaya, Jakarta, Kamis 22 November 2007, sekitar pukul 13.30 WIB.
Tuntutan Hukum Majalah mingguan Forum digugat wartawannya sendiri. Alasannya, majalah tersebut mengabaikan permintaan sang wartawan untuk menerbitkan hak jawab yang ia buat.
Pengusiran Pengusiran wartawan dari RCTI, ANTEVE, dan Trans 7 dipimpin langsung oleh Senior Manager Security Brigjend (pur) Purnomo Ali pada saat para wartawan berada di Kantor Polisi Sektor Tembagapura.
Serangan Kasus kekerasan kepada jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpa jurnalis foto Jawa Pos Taufan Wijaya dan Abdul Rouf dari harian Seputar Indonesia di Sidoarjo Jawa Timur.
Pemenjaraan Dahri Uhum , Pemimpin Redaksi Tabloid Oposisi telah dieksekusi terkait kasus pencemaran nama baik yang telah diputus oleh MA
Serangan Kasus pemukulan wartawan yang melibatkan oknum perwira Poltabes tentu menodai komitmen Kapolda yang tengah gencar membangun pelayanan profesional. Iptu Suarya pun dipastikan bakal menerima ganjaran setimpal. Ini adalah kasus penganiayaan kedua yang melibatkan mantan Ka. SPK Poltabes itu.
Tuntutan Hukum Untuk kali kesekian, Tempo harus berurusan dengan meja hijau. Kali ini Koran Tempo diperkarakan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto ini menggugat PT Tempo Inti Media Harian
Serangan Pengosongan rumah susun Pulomas, Jakarta berlangsung ricuh. Warga yang bertahan melakukan perlawanan sehingga terjadi perang lempar batu dengan Satpol PP DKI Jakarta. Akibat perang batu tersebut, seorang reporter Indonesia dan dua unit kamera RCTI dan Metro TV rusak
sensor Sensor oleh kelompok yang tidak toleran pada perbedaan pendapat, rupanya masih saja terjadi. Kali ini menimpa Yogya TV, stasiun televisi lokal yang berbasis di Yogyakarta.