Skip to main content

Facebook Media Floresa Alami Gangguan

Deskripsi

Facebook Media Floresa.co mengalami gangguan. Laporan kolaborasi dengan Project Multatuli berjudul “Saudara Kembar Komodo yang Menolak Dipinggirkan Korporasi Bisnis Pariwisata” hilang di Facebook dan tidak bisa lagi dibagikan ke Facebook Floresa. Tim redaksi Floresa.co sulit untuk menshare berita di Fanpage Facebook Floresa.co sejak Jumat, 11 November 2022 sampai Kamis, 17 November 2022.

Tim redaksi Floresa.co mempublikasikan mempublikasi reportase tentang usaha Warga Pulau Komodo, menghadapi keputusan pemerintah yang mengambil alih tanah, dan membatasi ruang tangkapan laut mereka demi proyek-proyek investasi pariwisata. Laporan tersebut diterbitkan pada Kamis, 10 November 2022 Pkl 19.05 WIB.

Laporan itu merupakan hasil kolaborasi Floresa dengan Project Multatuli, dan dipublikasikan bersama di website masing masing. Liputan itu merupakan salah satu dari liputan indepth, yang mengangkat suara-suara warga, merespon berbagai macam proyek strategis nasional di wilayah Flores.

Pada Kamis, sekitar pukul 19.30, tim redaksi Floresa mengunggah tautan artikel liputan kolaborasi tersebut di Halaman Facebook Floresa.co (https://www.facebook.com/floresadotco). Laporan yang sama juga di share ke media sosial Floresa, seperti Twitter dan Instagram. Halaman Facebook Floresa saat ini memiliki 12,000 pengikut (followers) dan 11,604 suka (likes).

Pada 11 November 2022 pukul 03.45 WIB, admin Halaman Facebook Floresa mendapat notifikasi, bahwa unggahan itu tidak bisa dilihat oleh siapapun. Pesan itu berbunyi No one else can see your post. Bersamaan dengan itu, unggahan artikel liputan kolaborasi itu hilang dari Halaman Facebook.

Kemudian Tim Floresa.co menerima keluhan oleh para pembaca /followers di Facebook, memberitahukan bahwa mereka tidak bisa membagikan tautan artikel itu di akun mereka, sejak pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim Floresa mencoba mengunggah kembali laporan tersebut di Halaman Facebook, namun tidak bisa. Sementara artikel-artikel lain dari website Floresa masih bisa diunggah. Tautan pada unggahan-unggahan lama pun, masih bisa diklik dan terhubung ke situs dFloresa.co.

Karena itu tim media mereka, menulis sebuah unggahan di Halaman Facebook Floresa, yang informasinya bahwa kami tidak bisa lagi membagikan tautan artikel liputan kolaborasi itu lewat Facebook. Namun pembaca masih bisa mengaksesnya dengan langsung mengunjungi situs Floresa.co. Tim Floresa juga menyertakan dua grafis terkait perubahan zonasi di tanaman TN Komodo, dan daftar nama perusahan yang mendapat konsensi bisnis di TN Komodo. Grafis itu disertakan juga di dalam artikel liputan hasil kolaborasi kami. Unggahan ini sama sekali tidak mencantumkan tautan apapun - hanya teks dan grafis.

Pada pukul 11.52 WIB, kami mendapat lagi notifikasi bahwa unggahan baru itu tidak bisa dilihat oleh siapapun (No one else can see your post). Dalam waktu-waktu berikutnya, muncul notifikasi lainnya, yang memberitahukan bahwa postingan-postingan lain di Halaman Facebook kami sudah tidak bisa lagi dilihat oleh orang lain.
Bersamaan dengan itu, mereka mendapat pesan--pesan dari followers kami dan mereka yang pernah membagikan tautan artikel Floresa.co, di mana mereka menyatakan mendapat notifikasi bahwa tautan yang mereka bagikan itu adalah spam dan tidak bisa lagi diakses.

Saat ini, di Halaman Facebook Floresa masih terdapat beberapa unggahan yang berisi tautan. Yang teratas adalah unggahan pada 8 November, sementara setelah tanggal itu sudah hilang. Namun, saat tautan dalam unggahan diklik, tidak akan bisa mengarah ke artikel di situs kami dan muncul keterangan: You won’t be able to go to this link from Facebook. The link you tried to go to does not follow our Community Standards.

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kab. Situbondo
Jenis kekerasan
Serangan Digital
Data Korban
Nama korban
Facebook Floresa
Jenis kelamin (korban)
Laki-Laki
Rentang usia
31-40
Pekerjaan
Media
Nama media
Facebook Floresa.co
Jenis media
Lainnya
Data Pelaku
Nama pelaku
Tidak bisa dipastikan
Jenis kelamin (pelaku)
Lainnya
Jenis pelaku
Tidak Dikenal
Kategori pelaku
Non Negara