Bahwa pada tanggal 19 Februari 2014, Wartawan Harian Jogja Bhekti Suryani mewawancarai Sekretariat DPRD Bantul ihwal Kunker puluhan orang anggota dewan dari Komisi D (yang membidangi masalah pendidikan) dan B (membidangi masalah ekonomi) ke Bali. Kunker tersebut dilakukan saat masa tanggap darurat bencana abu Kelud masih berlangsung.
Bhekti mewawancarai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bantul dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sarinto, mengenai materi Kunker dan urgensinya. Sarinto mengatakan Ia tidak berangkat ke Bali karena tengah sibuk bersih-bersih abu Kelud. Selain itu, dia mengatakan wakil rakyat yang berangkat Kunker di saat bencana tidak etis. Tanggal 20 Februari 2014 berita soal kunker dewan Bantul berjudul "Bandara Buka Langsung Berangkat" di Harian Jogja halaman Bantul terbit, memuat keterangan Kunker dari Sekretariat dewan, pemerhati anggaran dan klaim Sarinto bahwa Dirinya tidak berangkat ke Bali. Tanggal 21 Februari 2014 media ini mendapat informasi dari Sekretariat DPRD bahwa Sarinto sebenarnya pergi ke Bali. Hal itu diakui oleh Kepala Bagian Persidangan DPRD Bantul Endang Krisvianti yang mengurusi keberangkatan mereka serta Sekretaris DPRD Bantul Helmi Jamharis yang menyatakan; "Tidak benar kalau Pak Sarinto tidak berangkat ke Bali". Tanggal 23 Februari 2014, Bhekti mewawancarai Sarinto mengonfirmasi ihwal kebenaran kabar bahwa Ia benar berangat ke Bali. Sarinto akhirnya mengakui Ia berangkat ke Bali karena ajakan rekan-rekannya sesama Komisi D. Tanggal 24 Februari 2014 berita berjudul "Anggota Dewan Ketahuan Bohong" terbit di Harian Jogja, memuat statement dari Sekretariat Dewan, Sarinto dan Zahrowi. Tanggal 20 Maret 2014, sekitar Pukul 12.05 WIB, Bhekti secara tidak sengaja bertemu Sarinto di lorong kantor DPRD Bantul di antara ruangan Fraksi PAN dan PKB. Sarinto mempertanyakan mengapa membuat berita yang merugikan dirinya. "Kenapa buat berita seperti itu, apa kesalahan saya sama kamu?," kata Sarinto. Pernyataan itu lalu dijawab; "Kalau bapak tidak terima dengan pemberitaan itu silahkan layangkan surat ke redaksi" Namun Sarinto tetap marah dengan menyatakan, "Kamu dibayar berapa buat berita seperti itu?". Sarinto menyebut, berita itu tidak etis. Bhekti lalu meninggalkan lorong menuju Fraksi PKB di sana ada Wartawan Bernas Ichsan Mutaqin dan Bagian Administrasi Fraksi PKB. Sarinto tetap mengejar menuju ruangan dan berdiri di depan pintu dan mencaci Bhekti.