Sekitar 200 orang yang tergabung Front Antikomunis berunjuk rasa ke kantor harian Jawa Pos di Jalan Ahmad Yani, Surabaya pada Rabu (23/5). Massa yang berasal dari berbagai elemen seperti Front Pembela Islam, Ikamra, MUI Jawa Timur dan Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur itu menilai selama ini Jawa Pos tidak pernah memberitakan aksi-aksi yang mereka suarakan. Sebaliknya koran ini justru memberi ruang kepada tokoh-tokoh yang berpikiran kekiri-kirian. "Kami minta Jawa Pos netral dan jangan menjadi corong tokoh yang membawa pemikiran komunis gaya baru " kata Ketua Front Antikomunis Arukat Jaswadi. Setelah berorasi di depan Gedung Graha Pena perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Tofan Mahdi di ruang pertemuan lantai 4. Tofan menyatakan bahwa selama ini korannya selalu bersikap netral serta tidak memihak kepada kelompok tertentu. Jawa Pos juga tidak mengistimewakan salah satu tokoh atau kelompok tertentu. "Semua kita beri ruang yang sama " katanya.