Merasa tidak senang aktifitasnya diabadikan dengan kamera oleh wartawan, Pam, pentolan pedagang kaki lima mengancam memukul wartawan. Kejadian bermula saat Satpol PP ingin menertibkan aktivitas bongkar muat buah jeruk yang dilakukan Pam dan teman-temannya di tepian Sungai Mahakam. Jelas sekali aktivitas bongkar muat tersebut telah melanggar aturan karena dilakukan di pusat kota. Pam emosional ketika melihat wartawan Kaltim Post dan Samarinda Pos mengabadikan kegiatan mereka