kekerasan terhadap wartawan di tanah air terjadi. Kali ini 4 wartawan yang sedang meliput tak tanggung-tanggung dikeroyok oleh puluhan Satpam Apartemen Cempaka Mas – Jakarta, Senin (27/4-2015) siang. Padahal peristiwa kekerasan terhadap wartawan di Indonesia yang sering terjadi, pernah dikecam jurnalis internasional dan merupakan peristiwa memalukan di negara yang katanya menghormati hak asasi dan demokrasi ini.
Keempat korban kekerasan puluhan Satpam brutal yang dikomandoi komandan mereka itu, adalah Rani (RCTI), Kurniawan (Beritasatu.com), Samarta (SCTV), dan Muhammad Rizki (MetroTV).
Peristiwanya bermula ketika para wartawan sedang meliput aksi demo puluhan penghuni apartemen elit itu kepada pihak pengelola. Penghuni menyoal pemadaman listrik yang dilakukan sewenang-wenang, dibilang tidak bayar rekening listrik – padahal menurut penghuni mereka sudah bayar.
Empat wartawan tak dapat menghindar jadi bulan-bulanan dipukuli puluhan Satpam bringas dan bahkan merusak kamera wartawan. “Seharusnya kalau kehadiran kita tak dikendaki untuk meliput demo di apartemen itu, Satpam bisa memberitahu baik-baik. Kita pasti ngerti, tapi jangan pukul seperti ini. Mereka yang nggak mau ngerti dan langsung saja main tangan,” tutur Rani sambil memperlihatkan luka lebam di wajahnya.
“Kita hanya ingin meliput demo tarif listrik para penghuni di lantai lima apartemen itu, tapi mereka main tangan, bahkan komandan Satpam menyuruh anak buahnya menyerang kami. Bahkan ketika kita mundur keluar, terus dipukuli atas komando Komandan Satpam,” ujar Rani.
Rani dan Kurniawan mengalami luka berat, Samarta dan Muhammad Rizki luka ringan. Para jurnalis yang bekerja di bawah payung Undang-undang Pers itu sudah melapor ke Polres Jakarta Pusat, minta peristiwanya diusut tuntas.
Korban menyesalkan keberutalan para petugas keamanan apartemen Cempaka Mas tersebut apalagi keberingasan atas komando sang komandan. Bukan mustahil pula atas provokasi pengelola apartemen Cempaka Mas yang tak ingin kebobrokan administrasi mereka diketahui