Samsudin Harahap ditahan pihak Polresta Pematangsiantar karena pengaduan Serma E Damanik, anggota Kodim 0207 Simalungun yang bertugas menjaga rumah dinas walikota. Dalam pengaduannya, Serma Damanik mengaku dipukul/dianiaya oleh Samsudin Harahap. Peristiwa ini berawal pada Rabu malam 21 Maret 2007, sekira pukul 23.30 Wib saat Samsudin Harahap menerobos masuk ke rumah dinas walikota. Tujuan, ia hendak mengkonfirasikan aksi demo besar-besaran seribuan masyarakat yang berlangsung pada siang harinya di depan kantor walikota yang mengkritisi sejumlah kebijakan walikota. Samsuddin saat itu bertemu langsung dengan walikota. Namun RE Siahaan enggan diwawancarai. Malah menurut pengakuan Samsuddin, Walikota sempat kaget dan mempertanyakan siapa yang memberi izin Samsuddin masuk menemuinya. Sekira pukul 00.30 Wib Kamis dini hari, Samsudin Harahap yang berada di sekitar lokasi Siantar Hotel ditemui kembali oleh Hotman Siahaan, utusan walikota. Ia menyampaikan pesan bahwa walikota ingin bertemu Samsuddin pada dinihari itu juga. Dengan menumpang mobil kijang warna hijau, Samsuddin dibawa kembali ke rumah dinas walikota. Sepeda motornya sendiri di titip kepada pemilik warung. Dalam perjalanan ia sempat menghubungi tiga orang wartawan lainnya, Fandho Girsang (Harian Pena Rakyat), Pandapotan Siallagan dan Leo Sihotang (keduanya wartawan Harian Metro Siantar/ Grup Jawa Pos). Sesampainya di rumah dinas walikota, Samsudin Harahap ditinggal di pos jaga rumah dinas tersebut. Sementara Hotman Siahaan masuk menuju rumah dinas walikota. Saat berada di pos jaga itu, kembali terjadi adu mulut antara Samsudin Harahap dengan beberapa petugas di pos jaga itu. Di situ ada, Serma E Damanik anggota Kodim 0207/BS Simalungung berpakaian sipil dan kepala Kantor Satpol PP Pemkot Siantar, Robert Samosir. Keduanya kemudian memaksa Samsudin Harahap keluar dari rumah dinas. Namun Samsudin menolak dan tetap bersikeras menunggu Hotman Siahaan yang membawa dirinya. Saat itulah terjadi pemukulan terhadap Samsudin Harahap yang dilakukan oknum militer tersebut hingga Samsudin Harahap terjatuh dan mengalami memar di bagian wajah, perut dan luka gugus di tangan sebelah kiri. Merasa terdesak dan terancam Samsudin kemudian membalas dan memukul wajah petugas. Peristiwa ini kemudian disaksikan oleh tiga wartawan yang sudah berada di lokasi kejadian. Tak lama kemudian beberapa orang anggota polisi dari Polresta datang dan membawa Samsudin Harahap ke Mapolresta Pematangsiantar. Sejak itulah Samsudin Harahap ditahan Polresta.