Website murianews.com mengalami serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada tanggal 8 November 2024 sekitar pukul 18.00 WIB.
Untuk menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada pertengahan November 2024, media ini membuat pooling atau pengumpulan data yang dilakukan secara online untuk wilayah Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Grobogan dan Blora. Pengumpulan data ini dilakukan melalui website resmi murianews.com.
Polling dilakukan untuk mengetahui tingkat kesadaran atau pengetahuan pemilih terhadap pasangan calon yang maju sebagai kontestan Pilkada.
Polling dilakukan dengan dua sistem, yaitu terbuka dan tertutup. Untuk polling tertutup melibatkan 100 responden. Tujuan polling untuk memotret persepsi pemilih pada segmen tertentu.
Polling terbuka dilakukan pertama kali untuk wilayah Kudus setelah debat pertama Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kudus. Beberapa waktu kemudian, dibuat polling terbuka untuk wilayah Jepara, Pati, Rembang, Grobogan dan Blora.
Pada 8 November malam, website Murianews mulai mengalami serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan terus meningkat menjelang tengah malam dan mencapai puncaknya pada 9 November dini hari. Serangan menurun pada siang harinya pada pukul 15.00 WIB. Meski menurun, serangan masih berlanjut pada 10 November, pukul 12.00 WIB.
Tim IT media ini mencatat, pelaku serangan diduga menggunakan VPN dari Indonesia, serta meminjam IP address negara berbeda diantaranya India, Brasil, Colombia, dan Bangladesh.
Beberapa hari kemudian pada 19 November 2024, serangan DDoS kembali dialami website media ini, saat media ini sedang menggelar polling terbuka untuk Pilkada Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.