Deskripsi Jurnalis media JPNN, Wisnu Indra Kusuma mengalami serangan saat melakukan wawancara dengan PJ Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana di Hotel Patra Jasa, Semarang, pada kamis, 26 September 2024. Kaki kiri Wisnu ditarik oleh salah satu ajudan gubernur hingga tubuhnya terjatuh melewati tiga sampai empat anak tangga. Hal itu menyebabkan kaki kirinya mengalami retak kecil pada bagian Femur . Dokter menyatakan retakan itu bisa sembuh dengan konsumsi vitamin dan obat. Hari itu, Wisnu mengikuti pembukaan Rakernas Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI), di Patra Hotel Semarang, Rama Shinta Ballroom. Kegiatan tersebut dihadiri PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana. Sesaat sebelum meninggalkan Lokasi, Nana Sudjana bersedia melakukan wawancara doorstop dengan beberapa media. Kondisi bangunan depan Rama Shinta Ballroom adalah anak tangga menuju halaman hotel. Nana menjawab wawancara sambil berjalan menuruni anak tangga diikuti beberapa media. Selain Wisnu, saat itu ada sekitar 7 media lain yang melakukan wawancara dengan Nana. Awalnya topik wawancara terkait kegiatan Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika. Kemudian Wisnu mengajukan pertanyaan terkait viralnya video yang merekam Nana Sudjana enggan bersalaman dengan calon gubernur Jateng, Andi Perkasa seusai pengundian nomor urut di KPU Jateng. Nana mengklarifikasi pertanyaan tersebut. Pertanyaan lain yang diajukan adalah terkait perundungan yang terjadi di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Undip Semarang. Jurnalis menanyakan bagaiamana komitmen pemerintah provinsi Jateng mengatasi perundungan yang terus meningkat. Pertanyaan itu belum sempat dijawab, tiba tiba kaki kiri Wisnu ditarik oleh ajudan gubernur menyebabkan tubuhnya jatuh melewati tiga hingga empat anak tangga. Wisnu kemudian protes dan bertanya, kenapa kakinya ditarik. Ajudan itu menjawab saya pegangin karena kamu hampir jatuh . Wisnu tetap protes. PJ Gubernur kemudian datang dan menepuk pundak Wisnu dan menjabat tangannya, seraya meminta maaf sebelum masuk ke mobil yang sudah menunggunya di ujung tangga depan Ballroom. Beberapa teman media juga protes kepada ajudan gubernur itu, dan mengatakan ajudan itu bersalah, serta seharusnya minta maaf. Namun ajudan itu enggan minta maaf. Wisnu kemudian berjalan ke arah parkir motor, saat berjalan dia merasa kaki kirinya sangat sakit. Kaki kirinya pernah dipasang pen pada 2012. Dia kemudian melaporkan kasus tersebut ke teman media, AJI dan redaksinya. Kantornya siap menanggung semua biaya pemeriksaannya dan pengobatannya. Hasil rontgen pada dokter orthopedi di RS Siloam Semarang menyatakan ada retak kecil pada bagian femur kaki kiri jurnalis. Retak baru itu berada dibawah fraktur yang pernah dialami korban. Dokter menyarankan korban beristirahat selama satu minggu dan meminum obat serta vitamin untuk mempercepat penyembuhan retak tersebut. Data Kejadian Tanggal kejadian 29 September, 2024 Kota/Kab Kab. Penukal Abab Lematang Ili Jenis kekerasan Kekerasan Fisik Data Korban Nama korban Wisnu Indra Kusuma Kota/Kab (korban) Kab. Penukal Abab Lematang Ili Jenis kelamin (korban) Laki-Laki Rentang usia 20-30 Pekerjaan Jurnalis Nama media JPNN Jenis media Media Online Data Pelaku Nama pelaku Tri Antoro, Ajudan PJ Gubernur Jawa Tengah Jenis kelamin (pelaku) Laki-Laki Pekerjaan pelaku Ajudan PJ Gubernur Jawa Tengah Jenis pelaku Polisi Kategori pelaku Negara