Jurnalis Bisnis Indonesia Alifian Asmaaysi, mengalami kekerasan saat melakukan wawancara doorstop kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di dusun Rancaekek Bandung, pada Rabu, 18 Desember 2024.
Hari itu Menteri AHY menghadiri peresmian rumah susun (Rusun) Rancaekek di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Beberapa jurnalis ikut rombongan AHY menggunakan kereta dari Jakarta.
Acara tersebut juga dibarengi dengan berpindahnya 384 jiwa dari 98 kepala keluarga, warga asal Kabupaten Bandung yang direlokasi karena telah membuat bangunan liar semi permanen di Taman Sari Kota Bandung.
Usai peresmian Rusun, Menteri AHY sempat memberikan pernyataan pada sesi wawancara kepada jurnalis. Namun setelah sesi wawancara selesai, Asmaaysi, jurnalis perempuan ini masih berusaha mengejar Menteri AHY untuk menanyakan pertanyaan lanjutan. AHY telah memberikan jawaban. Namun saat itu, tim protokol AHY berlatar belakang tentara berusaha menghalangi jurnalis.
Saat itu, salah satu anggota tim protokol AHY mendorong tubuh jurnalis dari depan, kemudian menarik tangannya dari belakang, yang menyebabkan tangan jurnalis sakit.
Dalam situasi ini, sempat terjadi perdebatan antara jurnalis dan Herzaky Mahendra Putra, salah satu staf ahli Menko. Dalam situasi ini, sempat terjadi perdebatan antara jurnalis dan Herzaky Mahendra Putra, salah satu staf ahli Menko.
Staf Ahli Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra telah datang ke Wisma Bisnis Indonesia pada Kamis, 19 Desember 2024, untuk menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi. Pihaknya akan melakukan perbaikan dan memastikan jurnalis yang bertugas, bisa menjalankan tugas jurnalistiknya sesuai prosedur.