Kasus teror tersebut terjadi pada Jumat 16 Agustus 2013, karena memberitakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh A Kido, sopir bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, terhadap Jeky Pello, sopir KPUD Sabu Raijua, pada Minggu (11/8/2013). Yang mengenaskannya lagi, kejadian tersebut terjadi di hadapan sang Bupati, Marthen Dira Tome.
Joy mengatakan, ancaman melalui telepon langsung datang begitu berita tersebut tayang di medianya. Nomor penelpon, menurut Joy tidak ia kenal. Ancamannya pun disampaikan oleh si penelpon tanpa ada basa basi. Salah satu ancamannya, dia akan dibunuh dan rumahnya akan dibakar.