Beredarnya majalah Playboy Indonesia edisi perdana langsung menuai kecaman dari Front Pembela Islam (FPI). Sekitar 20 orang yang mewakili semua posko FPI di Jakarta mendatangi kantor majalah Playboy Indonesia di Gedung ASEAN Aceh Fertilizer (AAF). FPI meminta redaksi majalah Playboy Indonesia untuk menghentikan peredarannya. FPI juga memberikan batas waktu 1 minggu untuk menghentikan semua peredaran majalah Playboy, dan FPI mengancam akan melakukan sweeping dan pembakaran jika batas waktu tersebut tidak dipenuhi.