Pada 5 Januari malam, Ira menerima dua SMS teror dari nomor tidak dikenal. Isi SMS pertama: "Kamu wartawan sok suci, ingat kamu sudah menabuh genderang perang. Semua identitasmu sudah ditangan!!". Sementara isi SMS kedua: "Kamu sudah menabur benih lewat beritamu, sebentar lagi kamu akan menuai badai!, Ingat itu hati-hati mulai sekarang".
SMS itu diduga berhubungan dengan pemberitaan disiarkan Malang Post edisi Sabtu, 5 Januari 2013 berjudul "Tentara Njambret, Remuk Dimasa". Setelah pemberitaan Malang Post itu, Ira mendapat dua SMS teror pada 5 Januari 2013.