Jurnalis di Tuban, Jawa Timur mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi di Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, pada Kamis, 15 Juni 2023.
Hari itu, sekitar pukul 10.00 WIB, tiga jurnalis, yaitu Irqam (SuaraIndonesia.co.id), Dziky (JTv), dan Khoirul Huda (Ngopibareng.id) hadir di lokasi untuk meliput.
Unjuk rasa yang awalnya berjalan damai, mendadak ricuh ketika para pendemo berusaha menutup jalan. Petugas dari aparat polisi dan TNI yang berjaga, berusaha menghalau warga sehingga terjadi bentrok fisik antara kedua kubu.
Melihat adanya kericuhan, jurnalis yang ada di lokasi, merekam aksi tersebut. Saat itulah, Irqam merasa ada orang yang memukul tengkuknya dan menyeret tubuhnya ke arah belakang. Korban kemudian berteriak bahwa dia adalah jurnalis, yang sedang meliput. Tetapi dia masih ditarik ke belakang oleh salah satu petugas polisi. Setelah beberapa saat, Irqam baru dilepaskan.
Korban dan beberapa jurnalis di lokasi tersebut, sempat memprotes aksi yang dilakukan salah satu polisi di lokasi aksi unjuk rasa, kepada Kapolsek Merakurak, AKP Ciput Abidin. Tetapi dia justru meminta jurnalis untuk tidak menayangkan bagian aksi bentrok ketika demonstrasi berlangsung.
Beberapa Jurnalis yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS), menyerahkan surat protes atas kekerasan yang dilakukan polisi tersebut. Surat keberatan tersebut diterima langsung oleh Wakapolres Tuban, Kompol Palma Fitria Fahlevi, di ruang kerjanya.
Palma mengatakan mendapat tugas dari Kapolres Tuban, AKBP Suryono, yang saat itu sedang berada di Polda Jatim. Dia menyebutkan surat protes tersebut, sebagai kritikan dan masukan untuk aparat di lembaganya, untuk menjalankan SOP dengan media saat situasi unjuk rasa.