Skip to main content

Pelarangan Liputan

Deskripsi

Puluhan awak media di Cianjur menggelar aksi protes atas perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh oknum keamanan PT QL Agrofood, Rabu (30/9/2015). Para wartawan dari berbagai media ini menyesalkan tindakan semena-mena yang dilakukan oknum itu.
Demo ini diawali dengan penyampaian orasi yang diikuti aksi teatrikal para pewarta. Salah seorang wartawan berbaring di depan gerbang pabrik. Aksi ini sebagai bentuk masih adanya kekerasaan terhadap pekerja media.
Eky Rizky (23), jurnalis dari Cianjur Ekspres mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat hendak meliput peninjauan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PDRD) Cianjur beserta Badan Lingkungan Hidup Cianjur dan masyarakat di PT QL Agrofood, Selasa (29/9/2015).
Peninjauan ini dilakukan karena perusahaan peternakan ayam potong ini diduga mencemari lingkungan. PT QL Agrofood dianggap membuang limbah cair langsung ke sungai serta menimbulkan bau kotoran ayam ke pemukiman warga.
Ketika itu Eky tidak diperkenankan meliput, padahal peninjauan perusahaan itu menyangkut masyarakat umum. Tidak hanya melarang, Eky mendapat perlakuan kekerasan hingga penghinaan. Dua pukulan bersarang pada tubuh Eky di bagian punggung dan leher bagian belakang.
Eky hampir saja menjadi bulan-bulanan dan bahkan kamera miliknya pun nyaris dirusak oknum pengamanan yang berjumlah puluhan. Beruntung, Eky diselamatkan pihak kepolisian dan diamankan ke pos polisi terdekat.
"Saya datang agak telat. Sedangkan anggota dewan dan orang dinas serta semuanya sudah ada di dalam. Tapi ketika saya masuk, tidak diperbolehkan, padahal saya sudah mengatakan bahwa saya dari Cianjur Ekspress. Satpam itu tidak peduli, malahan langsung mendorong saya hingga terjatuh. Malah ada satpam yang mengancam saya,” tutur dia.
Aksi puluhan wartawan yang memrotes perlakuan pihak perusahaan ini nyaris berlangsung ricuh. Beberapa karyawan perusahaan sempat melakukan provokasi sehingga tensi meningkat. Namun situasi memanas langsung diredam pihak kepolisian yang dibantu TNI.
Muhamad Ihsan, perwakilan wartawan, menyesalkan perlakuan yang dilakukan oknum perusahaan. Menurut dia, wartawan bertugas sesuai undang-undang untuk menyampaikan informasi demi kepentingan publik. Namun dalam pekerjaannya malah diperlakukan tidak menyenangkan.
Dia mendesak agar pihak perusahaan meminta maaf atas kejadian tersebut. Lebih dari itu, Ihsan menuntut agar tidak ada lagi kekerasan terhadap wartawan. "Aksi ini tidak ditunggangi kepentingan apapun atau unsur politik manapun. Kami di sini murni sebagai wujud solidaritas atas kekerasan yang dilakukan terhadap kawan kami," kata dia.
Sementara itu, Humas PT QL Agrofood Dede Supyanudin menyesalkan apa yang telah dilakukan karyawannya. Atas nama perusahaan, dia menyatakan meminta maaf atas perlakuan tidak menyenangkan pihaknya.
"Ini merupakan kekonyolan dari ptugas kami. Untuk itu kami memohon sejuta permintaan maaf atas kejadian ini. Kepada karyawan dan keamanan, ini mohon dijadikan pelajaran. Yang namanya kegiatan atau aksi, jurnalis bukan musuh atau lawan. Kami mohon maaf atas kekonyolan yang dilakukan satpam PT QL Agrofood," kata dia.
Sebanyak empat petugas keamanan yang diketahui melakukan hal tidak menyenangkan kepada wartawan dipanggil. Mereka meminta maaf atas tindakan yang dilakukan.

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kab. Lamongan
Jenis kekerasan
Pelarangan Liputan
Data Korban
Nama korban
Seluruh Jurnalis
Nama media
lainnya
Jenis media
Lainnya
Data Pelaku
Nama pelaku
Petugas Keamanan PT QL Agrofood
Jenis pelaku
Warga