Skip to main content

Liput Aksi Demo 214, Empat Jurnalis Samarinda Alami Intimidasi

Deskripsi

Empat Jurnalis di Samarinda Kalimantan Timur, menerima intimidasi saat meliput aksi 214 di kantor Gubernur Kaltim, pada Selasa, 21 April 2026.

Media lokal melaporkan insiden tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, tetapi masih dalam lingkungan kantor gubernur Kaltim. Di dalam area Kantor Gubernur, seorang jurnalis perempuan berinisial IM, dilaporkan mengalami intimidasi. Ponselnya dirampas dan data hasil liputan dihapus secara paksa.

IM berada di lokasi sekitar pukul 16.10 WITA, dia masuk beriringan bersama beberapa orang meminta izin untuk mengisi baterai handphone yang lowbatt, di lantai 1 gedung B Kesbangpol Ketika aksi demonstrasi masih berlangsung. Sebelumnya dia berada  di depan kantor gubernur untuk mendokumentasikan kegiatan demostran.

Sekitar pukul 16.14 WITA, 2 Satpam beberapa kali datang memastikan dia masih berada di posisi tersebut. Karena tidak nyaman, jurnalis bertanya, apakah ada aturan tidak boleh berada di ruangan tersebut ? Petugas keamanan itu menjawab "bukan atasan langsung".

Jurnalis meminta izin Kembali untuk mengisi baterai hp sampai penuh. Tetapi 30 menit kemudian, 3 petugas keamanan dating karena curiga jurnalis merekam percakapan tadi. Jurnalis kemudian diminta keluar ruangan. Saat akan keluar ruangan, seoarang Satpam bertanya "mba rekam saya" ? jurnalis menjawab tidak.

Namun sekitar pukul 16.49 WITA, handphone jurnalis direbut secara paksa. Dengan suara bernada tinggi seorang Satpam menghardik, "Mbak sudah dikasih masuk ke sini jangan rekam-rekam," kata dia.

Sambil menyita alat kerja jurnalis, jurnalis kemudian digiring menemui staf keamanan lainnya. Dia dikelilingin di depan lobby pintu masuk Kesbangpol lantai 1, dan wajahnya direkam sambul diintrogasi oleh satu orang berbaju hitam yang baru bergabung. Alasannya untuk laporan dokumentasi pihak keamanan.

Sementara itu, di luar area kantor gubernur, tiga jurnalis yakni Andi Asho (TV One), Rama Sihotang (Kaltim Post), dan Zulkifli Nurdin (Vonis.id) disebut sempat dihalangi saat melakukan peliputan di ruang publik.

 

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kota Samarinda
Jenis kekerasan
Pelarangan Liputan