Jurnalis timordailynews.com, Fredrikus Royanto Bau atau Edy Bau, mengalami intimidasi dan teror pada hari Senin, 27 November 2023.
Hari itu, sekitar pukul 18.39 WITA, dua orang pria yang salah satunya bernama Alo alias Alo Kuneru datang ke rumah Edy di Atambua, kabupaten Belu, mengendarai sepeda motor.
Saat itu, jurnalis sedang berada di Kupang. Sementara di rumahnya, hanya ada istri dan kedua anaknya yang masih kecil.
Saat tiba di halaman rumah, Alo membunyikan gas motor dengan kuat, dan bertanya " Mana Edy Bau, ini Edy Bau punya rumah ?"
Saat ditemui istri jurnalis, Alo mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan sebuah foto, dan bertanya benarkah ini foto Edy Bau ?
Istri jurnalis mengiyakan, dan menyampaikan itu foto Edy bersama anaknya yang ada di rumah itu. Alo lalu mendekati anak laki laki tersebut, dan bertanya: benarkah ini foto kamu dan bapak? Anak berusia 10 tahun itu menjawab, iya.
Alo langsung mengancam "Beritahu bapak yah, jangan terlalu kurang ajar".
Sang anak langsung ketakutan dan lari ke dalam rumah. Anak perempuan jurnalis yang masih berusia 5 tahun yang melihat kejadian itu langsung menangis histeris.
Istri jurnalis kemudian bertanya, ada masalah apa ?
Alo menjawab, Edy Bau yang atur (menulis) semua berita tentang judi di kabupaten Belu. Edy kurang ajar. Alo kemudian berulang kali menyebut kata judi dan 303.
Alo juga mengeluarkan makian terhadap narasumber dalam berita tersebut.
Alo juga mengancam akan membakar dan melempar rumah Edy, sembari menanyakan apakah tahu ada rumah jurnalis yang terbakar di Raibasin ? Istri jurnalis menjawab tidak tahu.
Tidak lama kemudian, anggota Buser Polres Belu, yang telah dihubungi Edy tiba di rumahnya dan menangkap kedua pelaku.
Dampak dari intimidasi dan serangan ke rumahnya, Edy dan keluarga merasa trauma mendalam, dan anaknya tidak mau sekolah.
Edy juga merasa tidak aman melakukan aktivitas jurnalistik di lapangan.
Sebelum pelaku meneror keluarga di rumahnya, ancaman sudah diterima melalui grup komunitas warga di Facebook, yang meminta jurnalis waspada dan berhenti menulis soal perjudian ilegal di wilayah itu.