Pimpinan redaksi metroselebes.com Agus Panca Saputra, mendapat intimidasi pada Kamis, 30 Mei 2024.
Intimidasi dilakukan oleh 6 orang dari TNI Komando Resort Militer (Korem) 132 Palu. Aparat TNI tersebut mendatangi kantor redaksi media tersebut di Palu. Mereka menemui Pimred metroselebes untuk menanyakan siapa narasumber dalam sebuah laporan berjudul "Puslatda PON Sulteng tidak melibatkan KONI, Atlet bukan seperti Tentara". Berita itu terbit di metroselebes.com pada Kamis siang, 30 Mei 2024.
Berita tersebut, berisi informasi terkait Komandan Resort Militer (Danrem) 132/ Tadulako yang menjadi Kepala Pusat Latihan Daerah (Puslatda) PON Sulawesi Tengah 2024. Kepala Puslatda PON Sulteng tersebut dinilai telah melatih atlet kontingen Sulawesi Tengah, layaknya melatih militer di Batalyon, namun tidak melibatkan KONI.
Bukan hanya kantor redaksi metroselebes, rumah pimpinan redaksi media itu juga didatangi pihak TNI pada pukul 23.00 WITA.
Karena tidak ingin bermasalah dengan pihak TNI, pimpinan redaksi media tersebut, kemudian berinisiatif untuk menghapus berita atau laporan tersebut. Kepada AJI Palu, Agus mengatakan penghapusan berita itu merupakan inisiatif pribadinya, setelah menerima kedatangan pihak TNI di rumahnya.
Saat ini, berita berjudul "Puslatda PON Sulteng tidak melibatkan KONI, Atlet bukan seperti Tentara" tidak lagi bisa diakses, dan ketika judul diklik, akan ditemukan kalimat "page not found".
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2024, menggelar Puslatda bagi seluruh atlet yang akan bertarung di PON 2024 yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Targetnya, meraih 10 medali emas dari 31 cabang olahraga pada PON 2024.
Pemprov melibatkan Danrem 132/Tadulako sebagai Ketua Kontingen Sulawesi Tengah, untuk melatih seluruh atlet. Danrem 132/Tadulako Dody Triwinarto pernah menyampaikan bahwa tahun ini, Latihan bagi seluruh atlet akan dilakukan dengan sikap disiplin militer, sehingga melalui latihan tersebut, atlet dapat menjadi pribadi dengan mental dan karakter kuat, dan siap hadapi PON 2024. Pernyataan itu disampaikan di Palu, pada Jumat, 31 Mei 2024.