Skip to main content

Jurnalis mediaalkhairaat.id Alami Intimidasi terkait Berita

Deskripsi

Jurnalis mediaalkhairaat.id Halima Charoline mengalami intimidasi terkait berita yang pernah ditulisnya. Intimidasi itu diterima saat berada di lapangan Vatulemo, Minggu, 6 Oktober 2024. 

Hari itu, Halima Charoline datang Bersama anak dan rekannya ke lapangan Vatulemo, dekat Markas Kodim 1306 kota Palu. 

Tiba-tiba sepasang suami istri yang juga pedagang kaki lima (PKL) di Lokasi tersebut, menghampiri Halima. Keduanya adalah orang tua salah satu siswa SMP Negeri kota Palu yang merupakan pelaku perudungan. Kasus itu pernah ditulis oleh jurnalis. 

Ibu siswa tersebut marah kepada jurnalis, dan keberatan soal berita perundungan yang menyudutkan anaknya. Ibu itu menuduh Halima adalah wartawan yang tidak profesional.

Halima menjelaskan bahwa jika keberatan dengan berita yang pernah ditulisnya, dia bisa menemui pimpinan redaksinya dan menuliskan hak jawab.    

Keributan itu membuat banyak orang berkerumun, dan suami dari ibu tersebut ikut melakukan intimidasi secara verbal kepada Irma, sehingga jurnalis merasa terancam. 

Jurnalis kemudian menghubungi Kasatpol PP yang mengarahkannya untuk melapor ke Pos Satpol PP yang berjarak sekitar 500 meter dari lapangan, untuk meminta perlindungan. 

Jurnalis didampingi anggota Satpol PP itu kembali ke Lapangan Vatulemo. Jurnalis kemudian menunjuk sepasang suami istri pedagang itu, telah melakukan intimidasi kepada dirinya. 

Tiba-tiba anggota TNI yang bernama Ikram itu, berbicara dengan nada tinggi meminta jurnalis menjelaskan kronologi pemberitaan tentang anak dari PKL tersebut. TNI itu membela kedua orang tersebut. 

Merasa semakin terancam, jurnalis kemudian merekam video melalui kamera ponselnya. Melihat tindakan jurnalis merekam situasi itu, anggota TNI kemudian berteriak ‘Hapus itu. Hapus Itu. Awas kalau tidak dihapus’.

Anggota TNI itu kemudian meminta seorang tukang parkir menghapus video tersebut. Terjadilah tarik menarik handphone antara jurnalis dan tukang parker. Saat jurnalis berhasil merebut handphonenya, ia menghubungi Pemred Media Alkhairaat dan Ketua AJI Palu. Jurnalis diminta menyimpan video tersebut sebagai bukti. 

Anggota TNI tersebut mengancam jurnalis “Jika kamu laki-laki, sudah lama saya hantam kau di sini” kata Ikram. Ancaman itu diulang sampai tiga kali. Irma kemudian bergegas pulang meninggalkan tempat itu dengan rasa trauma.

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kota Payakumbuh
Jenis kekerasan
Teror dan Intimidasi
Data Korban
Nama korban
Halima Charoline
Kota/Kab (korban)
Kota Payakumbuh
Jenis kelamin (korban)
Perempuan
Rentang usia
Data tidak bisa diidentifikasi
Pekerjaan
Jurnalis
Nama media
mediaalkhairaat.id
Jenis media
Media Online
Data Pelaku
Nama pelaku
Ikram, Orangtua Siswa
Jenis kelamin (pelaku)
Laki-Laki
Pekerjaan pelaku
anggota TNI
Jenis pelaku
TNI
Kategori pelaku
Negara