Deskripsi Jurnalis metroluwuk.net Helmi Liana mengalami intimidasi setelah meliput adanya dugaan adanya Pungli, terkait dengan penyaluran BBM Ilegal di SPBU Kilo 5. Intimidasi diterima pada Kamis, 30 Mei 2024. Hari itu, jurnalis yang bertugas di Kabupaten Banggai, Luwuk, Sulawesi Tengah, telah melakukan wawancara dan mengumpulkan bahan terkait dugaan pungutan liar di Salah satu SPBU di daerah itu . Sore harinya, pukul 16.30 WITA, berita itu terbit di medianya, metroluwuk.net. Setelah laporan itu tayang, jurnalis kemudian dibuntuti oleh 2 aparat TNI hingga ke Luwuk Shopping Mall. Di lokasi tersebut, seorang warga dan aparat TNI itu bertanya dan mengintimidasi jurnalis dengan suara keras, meminta berita dihapus. Karena dia sudah memberikan sejumlah uang kepada jurnalis. Jurnalis sudah menggunakan uang tersebut untuk mentraktir temannya. "Ngana (kamu) sudah takedown itu berita Emy ? Hapus dulu," kata mereka. Namun jurnalis enggan menghapus berita tersebut. Kemudian pada pukul 17.00 WITA, salah satu TNI menelpon jurnalis dan mengatakan " Ngana bikin sapi perah saya, oh Ngana belum tahu saya e, oh tunggu Ngana ee, " kata mereka. Jurnalis kemudian menjawab, jangan ancam saya komandan. Pernyataan itu disampaikan jurnalis sebanyak 5 kali. Telepon kemudian dimatikan oleh oknum TNI. Data Kejadian Tanggal kejadian 30 May, 2024 Kota/Kab Kab. Garut Jenis kekerasan Teror dan Intimidasi Data Korban Nama korban Helmi Liana Kota/Kab (korban) Kab. Garut Jenis kelamin (korban) Laki-Laki Rentang usia 20-30 Pekerjaan Jurnalis Nama media Metroluwuk.net Jenis media Media Online Data Pelaku Nama pelaku Apart TNI di Luwuk Jenis kelamin (pelaku) Laki-Laki Pekerjaan pelaku TNI Jenis pelaku TNI Kategori pelaku Negara