Skip to main content

Jaringan Telekomunikasi di Jayapura putus 7 Jam, Kerja Jurnalis Terganggu

Deskripsi

Jaringan telekomunikasi di Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura, terganggu pada Kamis, 9 Maret 2023. Berdasarkan data Telkom Papua, Gangguan terjadi pada pukul 08.15 WIT dan baru sepenuhnya normal pada 15.00 WIT.

AJI Jayapura memantau masyarakat di Jayapura, khususnya jurnalis tidak dapat menggunakan layanan telepon seluler hingga pukul 10.15 WIT. Sementara layanan jaringan internet, terganggu selama tujuh jam mulai pukul 08.15 hingga 15.00 WIT.

Pihak Telkom Papua menyatakan gangguan jaringan telekomunikasi, karena gangguan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) fiber optik di Perairan Sarmi-Biak. Jaringan telekomunikasi di Jayapura, kini telah beroperasi seperti biasanya.

Redaktur TerasPapua.com, Vian Matu mengungkapkan, dirinya tidak dapat memasukkan postingan berita, foto dan video di website TerasPapua.com, akibat gangguan jaringan telekomunikasi selama tujuh jam di wilayah tersebut.

Musa Abubar, perintis Ligakampus.id dan Redaktur media online Noken Live, mengatakan dirinya sangat terdampak dengan gangguan jaringan telekomunikasi. Ia merasa tidak dapat mengakses website, dan mengerjakan berita dari wartawan di lapangan.

Ia berharap Telkom Papua, bisa mencegah gangguan jaringan telekomunikasi kembali terjadi di tanah Papua. Masalah ini sudah terjadi berulang kali dan sangat berdampak pada aktivitas masyarakat khususnya insan pers.

AJI Jayapura mencatat gangguan jaringan telekomunikasi, sudah terjadi sebanyak tujuh kali dalam rentang tahun 2015 hingga 2023.
Satu dari tujuh kejadian ini, terjadi pada tanggal 29 Agustus 2019. Pemerintah pusat memutus jaringan internet di Kota Jayapura, pasca-kerusuhan yang dipicu unjuk rasa menolak aksi rasisme di Surabaya, Jawa Timur.

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kab. Kuantan Singingi
Jenis kekerasan
Ancaman
Data Korban
Nama korban
Para Jurnalis di Jayapura
Jenis kelamin (korban)
Lainnya
Rentang usia
31-40
Pekerjaan
Jurnalis
Nama media
Media lokal di Jayapura
Jenis media
Media Online
Data Pelaku
Nama pelaku
Perusahaan
Jenis kelamin (pelaku)
Lainnya
Jenis pelaku
Perusahaan
Kategori pelaku
Negara