Skip to main content

Database Kasus Jurnalis Fajar

Deskripsi

Jurnalis Harian Fajar, Sakinah mengalami intimidasi oleh pengusaha solar H Salamun (HS) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 31 Mei 2024.

Jurnalis telah menulis 4 berita terkait perdagangan solar subsidi. Berita pertama, berjudul "Solar Subsidi Diperdagangkan Ilegal" terbit pada 20 Mei 2024 pada desk metro Sulsel, di Harian Fajar. Laporan ini mengabarkan tentang solar subsidi untuk nelayan, diperjualbelikan ke kapal industri di perairan Kabupaten Pangkep. Dugaan itu diungkapkan oleh seorang nelayan di pesisir kecamatan Pangkep. Dia sering membeli solar ke salah satu pengusaha di daerah itu, ketika solar di SPBU nelayan habis.

Pengusaha itu, biasa menjual solarnya ke kapal besar di luar. Pengusaha itu, dikenal sering memperjualbelikan solar subsidi. Padahal BBM itu hanya diperuntukkan bagi nelayan, tidak boleh untuk industri, atau diluar   kebutuhan nelayan. Karena solar subsidi nelayan, hanya untuk nelayan saja.

Berita kedua berjudul ""Usut Dagang Ilegal Solar Nelayan" terbit pada 27 Mei 2024. Laporan ini mengkritik adanya oknum yang diduga memperjualbelikan solar nelayan untuk kapal industri. Fakta itu diungkap nelayan Ni.

Sementara SPBU nelayan, hanya melayani pengisian BBM untuk nelayan saja, dengan syarat kapal dibawah 30 GT. Syarat lain harus difoto.

Berita ketiga, berjudul, " Aparat pangku tangan, solar diselewengkan". Laporan itu menyatakan aparat penegak hukum, dinilai melakukan pembiaran, terhadap oknum yang memperjualbelikan solar subsidi. Laporan ini terbit pada 29 Mei 2024.

Kemudian laporan keempat, berjudul "Polisi berdalih Masih Menyelidiki".

Laporan ini berisi pernyataan Kanit Tipidter  Polres Pangkep, Ipda Wildan Syauqil Umam bahwa pihaknya sudah turun ke lapangan, untuk memastikan distribusi solar berjalan baik. Sehingga sampai saat itu, proses penyelidikan masih berjalan.

Pihaknya bahkan telah memanggil pihak SPBU nelayan, untuk memastikan stok dan kebutuhan solar subsidi untuk para nelayan.

Setelah berita keempat terbit, pengusaha HS, sang pengusaha tersebut menghubungi jurnalis harian Fajar, melalui sambungan telepon WhatsApp sebanyak 3 kali. Namun tidak direspon.

Pengusaha kembali menelepon jurnalis. Setelah panggilan itu diterima jurnalis, HS kemudian berbicara dengan nada tinggi dan meminta untuk segera bertemu jurnalis.

"Kamu dimana, saya cari kamu?" Kata HS yang setiap hari bertugas di Pangkep.

Jurnalis menjawab sedang melakukan wawancara.

HS malah menghardik, 
"Dimana ? Saya datangi kamu dimanapun. Kurang ajar kamu buat berita. Siapa narasumber  nelayan yang beli solar sama saya, saya ingin ketemu. Berikan saya foto dia," katanya.

Beberapa waktu kemudian, HS kembali mengirim pesan melalui WhatsApp dengan ancaman yang sama.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 2 siang, sebuah mobil putih terparkir di perumahan tempat tinggal jurnalis. Ternyata kerabat HS yang mendatangi rumah  jurnalis, dan berbicara kepada ibu dan adik, agar bisa dipertemukan dengan jurnalis Fajar tersebut.

Kerabat HS tersebut, berbicara dengan nada tinggi, dan mengatakan akan terus menunggu kehadiran jurnalis untuk meminta data nelayan yang menjadi narasumber dalam berita  yang telah ditulisnya.

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kab. Pegunungan Arfak
Jenis kekerasan
Teror dan Intimidasi
Data Korban
Nama korban
Sakinah
Kota/Kab (korban)
Kab. Pegunungan Arfak
Jenis kelamin (korban)
Perempuan
Rentang usia
20-30
Pekerjaan
Jurnalis
Nama media
Harian Fajar
Jenis media
Harian
Data Pelaku
Nama pelaku
H Salamun
Jenis kelamin (pelaku)
Laki-Laki
Pekerjaan pelaku
Pengusaha
Jenis pelaku
Perusahaan
Kategori pelaku
Non Negara