Peristiwa bermula saat wartawan yang ikut rombongan Ketum Golkar Jusuf Kalla tiba di kantor DPD yang berada di kawasan Menanggal, pukul 10.30 WIB, Kamis (30/8/2007). Saat itu wartawan hendak menyaksikan langsung temu kader tersebut. Di pintu gerbang utama, wartawan masih sempat disambut panitia. Saat itu seorang panitia mempertanyakan maksud kedatangan wartawan rombongan Wapres Kalla. Ketika disampaikan bahwa kedatangan wartawan untuk meliput berita, pihak panitia sempat mengizinkan. Bahkan Paspampres juga mengizinkan wartawan masuk dan melewati pemeriksaan. Namun ketika proses pemeriksaan berlangsung dan wartawan akan masuk ruangan, tiba-tiba Kapten CPM Subandiono selaku komandan kompleks melarang wartawan masuk. Alasannya, izin wartawan hanya untuk dua orang saja. Sementara jumlah rombongan wartawan mencapai 20 orang lebih. Sikap Subandiono langsung diprotes wartawan. Namun dia tetap keukeuh melarang wartawan masuk. "Tidak bisa ini hanya untuk dua orang saja. Tidak bisa semuanya masuk" cetus dia dengan nada membentak. Karena merasa sudah diizinkan pihak panitia dan Paspampres wartawan memaksa masuk dan mempertanyakan larangan tersebut. Karena kedua pihak saling ngotot hampir saja terjadi aksi pemukulan jika panitia tidak segera melerai. Rombongan wartawan cetak dan elektronik langsung diungsikan ke sebuah ruangan. Begitu pula dengan Subandiono yang dibawa ke ruangan terpisah. Namun ketika wartawan sedang membicarakan masalah yang baru terjadi Subandiono bersama bawahannya tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tempat wartawan berkumpul. Dia lalu mengancam wartawan. "Saya tentara saya tembak kamu" teriak dia sambil menunjukkan nama dan pangkatnya. Melihat aksi itu panitia lalu mengungsikan Subandiono. Pihak Paspampres juga ikut berupaya mendinginkan kedua belah pihak. Merasa diancam wartawan kemudian memutuskan tidak meliput temu kader tersebut. Namun ketika wartawan keluar ruangan sempat terjadi adu mulut dengan Subandiono yang berdiri di luar.