Skip to main content

Website Narasi Alami Serangan DDOS

Deskripsi

Website Narasi mengalami serangan DDOS pada Kamis, 29 September 2022. Redaksi Narasi menerima ancaman dengan pesan masuk “diam atau mati” melalui servernya. Website Narasi diretasi kurang lebih 2600 kali permenit.
Tim kuasa hukum Narasi telah melaporkan dugaan serangan DDOS (Distributed Denial of Service) atau Penolakan Layanan secara terdistribusi Narasi ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Jumat, 30 September 2022.

Serangan DDoS tersebut, adalah rangkaian serangan digital yang dialami Narasi, setelah aset-aset digital 37 redaksi, staf dan mantan redaksinya diretas sejak Sabtu 24 September 2022-28 September 2022.

Serangan DDOS terhadap website Narasi tersebut merupakan tindak kejahatan digital yang melanggar Pasal 30, Pasal 32 UU No 19 Tahun 2016 tentang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menyebabkan terganggunya kegiatan jurnalistik tim redaksi Narasi. Juga sebagai bentuk perbuatan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik juga melanggar Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Pers.

Sementara pasal 18 UU Pers berkaitan dengan setiap orang yang secara melarang hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers. Temuan dari tim internal Narasi memperlihatkan adanya dampak yang signifikan pasca DDOS pada portal mereka pada Kamis, 29 September 2022 petang.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia telah menyebarkan petisi daring guna menjaring dukungan publik terkait dugaan peretasan sistematis terhadap Narasi Petisi daring yang termuat pada laman Change.org ini sudah mendapatkan dukungan sekitar 16 ribu orang. Petisi tersebut diserahkan AJI, LBH Pers dan SAFEnet ke Kantor Staf Presiden, dan diterima oleh Deputy 5 KSP, Jaleswari Pramodhawardani pada 10 Oktober 2022.

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kab. Bengkalis
Jenis kekerasan
Serangan Digital
Data Korban
Nama korban
Website Narasi
Jenis kelamin (korban)
Lainnya
Rentang usia
20-30
Pekerjaan
Situs
Nama media
Narasi
Jenis media
Media Online
Data Pelaku
Nama pelaku
Belum bisa dipastikan
Jenis kelamin (pelaku)
Laki-Laki
Pekerjaan pelaku
Belum bisa dipastikan
Jenis pelaku
Tidak Dikenal
Kategori pelaku
Negara