Kasus kekerasan terhadap wartawan di Pasuruan, Jawa Timur kembali terjadi. Kali ini menimpa Wartawan Harian Surya Biro Pasuruan, Arie Yunianto. Rabu (5/9/2007), Arie telah disulut rokok oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Akhmad Zubaidi di Pendopo Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, tangan kanannya mengalami luka. Peristiwa penyulutan terjadi kala Arie hendak mewawancarai Akhmad Zubaidi mengenai utang para anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang mencapai Rp 3,2 miliar. Ketika bertemu, Ari mengajak bersalaman Akhmad Zubaidi. Tetapi, ajakan tersebut ditolak dengan menepiskan tangan Ari. Selanjutnya, Akhmad Zubaidi menyulut tangan kanan Ari dengan rokok. Peristiwa tersebut disaksikan oleh Kepala Dinas Infokom Kabupaten Pasuruan, staf Bappeda Kabupaten Pasuruan serta beberapa wartawan. Menurut Ari, penyulutan yang menimpa dirinya berkaitan dengan berita yang ditulisnya. Pada Senin (3/9), Ari menulis laporan khusus satu halaman tentang utang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang hendak dibayar dengan dana APBD. Tulisan tersebut berlanjut lagi pada Selasa (4/9). Dalam tulisan tersebut, Arie menemukan utang para anggota DPRD itu penuh dengan aroma konspirasi. Hari itu Arie berencana melanjutkan lagi tulisan tersebut dengan mewawancarai lagi Akhmad Zubaidi. Setelah menulis utang DPRD, Arie sering mendapatkan teror baik secara langsung maupun telephone. Dia tak menggubris teror itu karena menganggap sebagai suatu hal yang biasa. Sedangkan terhadap kasus penyulutan ini, Arie tidak menerima. Ditemani sejumlah wartawan Pasuruan, dia melaporkan kasus ini ke Polresta Pasuruan.