Peristiwa itu berawal dari iklan ucapan selamat HUT Kota Pandeglang yang dimuat Radar Banten pada tanggal 2 April 2007. Djadjat yang mengklaim masih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pandeglang memprotes ucapan iklan itu karena dalam iklan tersebut mencantumkan nama M Acang, Ketua DPRD Pandeglang, yang juga sebagai Ketua DPD Golkar Pandeglang. Djadjat kemudian menghubungi Abdul Aziz dan minta bertemu di sebuah rumah makan. "Saya kemudian mengajak Nana untuk menemani " kata Aziz. Tiba di rumah makan Djadjat sudah menunggu bersama 5 pengawalnya. Ketika pembicaraan sampai pada soal iklan itu Djadjat mulai marah. Kepala Azis didorong-dorong dan ditampar oleh Djadjat. Nana yang berusaha membantu rekanya tiba-tiba dipegang oleh pengawal-pengawal Djadjat. "Kami berhasil kabur dan langsung melaporkan peristiwa ini ke kantor " kata Azis. Widodo mengaku tidak mengerti kenapa Djadjat sampai senekad itu menganiaya wartawan hanya karena iklan. "Kami memasang iklan itu karena menerima penawaran pemasangan iklan dari DPD Golkar Pandeglang " katanya.