Jurnalis NTB Satu, Mugni Ilma mengalami intimidasi dan teror, ketika melakukan konfirmasi terkait digerebeknya oknum penimbun bahan bakar minyak (BBM) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Teror dan intimidasi diterima Mugni, saat dirinya melakukan sejumlah konfirmasi kepada aparat kepolisian di Lombok, NTB, pada Kamis dan Jumat, 1 dan 2 September 2022.
Pertama terbit di medianya, pada Rabu, 31 Agustus 2022, berjudul “Breaking News: Warga di Lombok Barat gerebek truk diduga penimbun BBM”. Dua hari kemudian, laporan berikutnya berjudul, “Truk Diduga Timbun BBM Digerebek Warga Sipil, Begini Respon Kapolda”. Untuk itu, Mugni memfollow up laporan tersebut, kepada sejumlah pihak. Diantaranya Kapolres, Kasat Reskrim dan Kabid Humas di Lombok Timur.
Anehnya, sesaat setelah dia melakukan konfirmasi kepada aparat kepolisian, selalu saja ada orang yang tidak dikenalnya, menelpon dengan pesan ancaman. Pesan orang tersebut, diantaranya “kamu jangan konfirmasi kepada orang lain, atau siapapun, terkait masalah itu. Ini demi keamanan”.
Mugni menerima telepon itu beberapa kali, dari orang yang berbeda, dan semua laki laki. Panggilan telepon itu, selalu ada setiap kali dia melakukan konfirmasi. Ada juga ancaman dari sambungan telepon yang menyampaikan, sudahlah tidak usah lanjutkan berita seperti itu. Bisa saja rumahmu ada yang terbakar sebelah, dan ada yang rusak.
Ancaman pertama sebenarnya telah diterima Mugni, sejak laporan pertama terbit dimedianya. Saat itu, ada orang yang tidak dikenal, menelponnya dan meminta dia segera datang ke sebuah hotel. Tetapi karena telepon dan ajakan itu, datang pada dini hari, korban langsung melapor ke pimpinan redaksinya, dan menyampaikan tidak bisa mengikuti kemauan pihak yang menelpon.