Dua wartawan yang sedang meliput aksi unjuk rasa di UPN Veterang Surabaya menjadi korban . Keduanya dihajar anggota keamanan kampus hingga babak belur. Kejadian bermula dari aksi unjuk rasa mahasiswa menuntut penolakan komersialisasi kampus, demokratisasi kampus, dan kesejahteraan mahasiswa. Saat meliput bersama wartawan lainnya, Sandy Irwanto (kontributor ANTEVE) and Andreas Wicaksono (Kontributor TPI) mendapat perlakuan kasar diantaranya dipukul dan di gelandang ke kantor rektorat tanpa alasan yang jelas. Padahal mereka sudah menunjukkan kartu identitas diri sebagai wartawan.