Skip to main content

Floresa Terima Teror Kiriman Kepala Ayam Busuk

Deskripsi

Floresa menerima teror pada 5 Mei 2026. Pada hari itu, redaksi Floresa mendapat satu kresek berisi tiga kepala ayam yang sudah busuk di depan kantornya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Selain itu, di kafe yang dikelola media itu, yang lokasinya persis berdampingan dengan kantor juga ditemukan lima telur ayam kampung.

Sekitar pukul 08.00 pagi Waktu setempat, jurnalis Floresa tiba di kantor, dan menemukan lima butir telur yang sudah pecah dan berserahkan di lantai kafe. Pintu kantor masih ditutup dan jurnalis memilih duduk di kafe.

Sekitar pukul 08.20 Waktu setempat, salah satu jurnalis yang menginap di kantor membuka pintu depan. Ketikan akan masuk ke kantor lewat pintu depan, ia mendapati plastik bening persis di
depan pintu tersebut. Ia tidak menghiraukannya karena ia langsung bergegas ke toilet.
Beberapa menit kemudian ia duduk di ruangan kerja.

Sekitar pukul 09.00 Waktu setempat, arista mulai membersihkan kafe. Ia juga kaget melihat telur ayam
kampung tersebut karena sebelumnya tidak pernah menemukan kotoran semacam itu.Sekitar pukul 11.30, jurnalis e lokasi liputan dan kresek itu masih ada di depan pintu. Dia 
pun memilih mengecek isinya, dan kaget karena mendapati bahwa isinya adalah tiga
kepala ayam yang sudah busuk. Belakangan mereka berpikir
jangan-jangan ini adalah bentuk teror.

Peristiwa ini terjadi setelah setelah salah seorang editor Floresa menerima pesan bernada intimidatif, pada pada 13 Mei 2026. Pesan itu dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Direktorat Tindak Pidana Siber
Bareskrim Polri. Dalam pesan tersebut, orang tersebut mengirim informasi data
pribadi, termasuk alamat rumah, dan meminta penghapusan tiga konten di media sosial
Floresa yang berkaitan dengan film Pesta Babi.

Orang itu menulis: “Kami menilai konten-konten tersebut berpotensi menimbulkan
kegaduhan dan situasi negatif baik di tataran digital maupun di lapangan nantinya.
Mengingat situasi nasional saat ini dalam kondisi negatif, kami mengharapkan saudara
berkenan menurunkan postingan yang dimaksud sebagai upaya itikad baik menjaga
kestabilan situasi polhukam di Indonesia.” Orang itu juga berkata: “Apabila dalam
jangka waktu dekat konten yang dimaksud belum terhapus, maka proses akan
ditingkatkan ke tahap selanjutnya sesuai ketentuan upaya penanganan mitigasi nasional
yang diperlukan".

 

Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Nusa Tenggara Timur
Jenis kekerasan
Teror dan Intimidasi
Data Korban
Nama korban
Floresa
Kota/Kab (korban)
Nusa Tenggara Timur
Jenis kelamin (korban)
Data tidak bisa diidentifikasi
Rentang usia
Data tidak bisa diidentifikasi
Pekerjaan
Website Perusahaan Media
Nama media
Floresa
Jenis media
Media Online
Data Pelaku
Nama pelaku
Belum Diketahui
Kota/Kab (pelaku)
Nusa Tenggara Timur
Jenis kelamin (pelaku)
Data tidak bisa diidentifikasi
Jenis pelaku
Tidak Dikenal
Kategori pelaku
Data tidak bisa diidentifikasi