Seorang wartawan Serambi Indonesia, Khalidin, diteror dirumahnya oleh lima orang yang berasal dari suatu organisasi kepemudaan. Mereka memprotes berita yang ditulisnya mengenai pembentukan kota Subulussam di Aceh Singkil yang berjudul "Kehadiran Pemko Baru Jangan Sengsarakan Rakyat". Mereka menilai pemberitaan tersebut sebagai wujud untuk menghalangi pembentukan kota Subulussam. Mereka juga mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak jika masih menulis pemberitaan tentang pembentukan kota Subulussam