Para jurnalis media cetak dan media elektronik melakukan peliputan rekonstruksi kasus pembunuhan seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Way Hui, Lampung Selatan. Para jurnalis tidak bisa mengambil gambar di dalam karena rekonstruksi dilakukan secara tertutup. Mereka hanya bisa mengambil gambar dari luar Rutan dari jarak 3 meter. Setalah, Syamsul Rizal (Kepala Rutan) datang, para jurnalis media cetak dan elektronik langsung mendatangi Syamsu Rizal untuk mengambil gambar. Tanpa diduga sebelumnya, Syamsul Rizal langsung marah dan mengeluarkan kata-kata ancaman kepada para jurnalis. "Jangan foto saya!" katanya dengan nada tinggi sambil berjalan menuju gerbang Rutan dan mencabut pistol dari pinggangnya. Pistol yang masih berada dalam sarungnya itu diacung-acungkannya ke arah para wartawan. "Jangan pancing emosi saya! Saya sudah capek setengah bulan kalian obok-obok!"