Demo lumpur lapindo yang digelar puluhan orang dari GMNI berakhir dengan pemukulan wartawan dari Republika dan Sindo. Dalam orasi para wartawan tersinggung dengan salah satu ucapan dari demonstran yang menyatakan bahwa media lebih berpihak pada lapindo. Mendengar hal itu wartawan mencoba mengklarifikasi akan tetapi justru berujung dengan bentrok