Tim liputan dari Aljazeera English biro Jakarta mencoba meliput pameran industri tembakau dunia atau World Tobacco Process and Machinery (WTPM) di Hall D2, Jakarta International Expo, Kemayoran, DKI Jakarta. Tim Aljazeera terdiri dari reporter Step Vaessen, producer Syarina Hasibuan, juru kamera Bobby Gunawan, dan driver Yono.
Peristiwa bermula ketika tim yang melengkapi diri dengan ID Card Pers Istana President RI dan ID Card Aljazeera masuk melalui pintu masuk Hall D. Step melewati metal detector dan pemeriksaan polisi, Bobby dan Syarina menunggu di antrian. Tiba tiba salah satu panitia melarang masuk. Panitia yang melarang bernama Adiwan Djohanli, dari PT Kelie Chemical World. Dalam name tag yang dia gunakan, tertulis: Organiser. Adiwan melarang wartawan Al Jazeera masuk dengan alasan ini acara terbatas dan harus daftar online. Meskipun World Tobacco Process and Machinery (WTPM) adalah acara internasional, Adiwan ngotot melarang masuk kepada Step.
Perdebatan Adiwan dan Step direkam oleh juru kamera Bobby. Tiba tiba Adiwan mendorong kamera dan berusaha menutupi lensa, seraya emosi. "Jangan pak," kata Adiwan sambil mendorong dan menutup kamera. Semua terekam oleh kamera saya. "Kamu harus minta ijin dulu," lanjut Adiwan dengan nada emosi. Produser Syarina, menjawab jika kami berhak melakukan tugas jurnalistik, karena ini sudah diluar wilayah expo. Saya juga tetap mempertanyakan alasan mereka menutupi lensa.