Wartawan harian Matahari terbitan Medan, Fajar (30) mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi, Selasa (14/10/2014).
Akibat insiden pemukulan itu ia harus menahan rasa sakit dibagian dada dan wajah. Ia menceritakan kalau polisi melakukan penganiayaan terhadap dirinya ketika hendak melakukan peliputan rapat paripurna istimewa DPRD Deliserdang dengan agenda pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Deliserdang periode 2014-2019.
“Saya datang dari Medan untuk liputan pelantikan dewan ini. Karena saya tidak memiliki kartu pengenal dari DPRD saya tidak diperbolehkan masuk dari pintu gerbang. Meski saya punya kartu Pers tapi saya paham dengan pengamanan yang ada. Saat itu ya saya terpaksalah berada diluar gerbang aja,”ujar Fajar.
Warga pasar X Tembung ini menceritakan kalau tidak lama kemudian ada unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saat itu dirinya mengaku langsung melakukan peliputan unjuk rasa yang menuntut agar diskotik Barcelona yang berada di Percut Sei Tuan itu ditutup.
“Yang demo itu diangkut sama polisi saat itu. Jadi pada momen ini aku langsung ambil gambar pakai blackberry. Tapi selanjutnya aku juga ditarik dan dimasukkan kedalam mobil. Udah kutunjukkannya kartu Pers ku tapi tetap aja sentiment kayaknya polisi itu sama ku karena aku ada ngambil foto mereka,”kata Fajar.
Penganiayaan yang ia alami disebut baru terjadi pada saat dirinya masuk dan digabungkan kedalam mobil Dalmas. Didalam mobil mesti dirinya sudah menunjukkan kartu persnya dan menyebut dirinya adalah jurnalis. Namun Fajar dirinya tetap dianiaya.
“Gak ingat aku berapa orang yang mukuli aku. Ada yang nunjang dan ada yang mukul kebagian dada. Aku kecewa sekali sama polisi. Karena setelah di Reskrim dan sudah kutunjukkan lagi kartu persku tetap saja gak mau tau. Aku sempat minta tolong sama polisi piket agar aku dibawa klinik cuma saat itu tetap gak dikasih. Padahal udah ampun aku dadaku ini sakit kali, jangankan dibawa keklinik dikasih air minum sebotol aja gak,”katanya.
Saat berada di kantor Satreskrim, Fajar tampak berjalan tertatih tatih, Ia berulang kali merasa kesakitan dibagian dadanya. Kabag Ops Polres Deliserdang, Kompol Joshua Tampubolon sempat memohon maaf kepada Fajar. Ia mengaku siap bertanggung jawab atas kejadian ini. “Sekarang saya serahkan sama mas Fajar saja. Saya siap karena sayalah yang bertanggung jawab dalam acara tadi,”katanya.
Hingga Selasa sore Fajar mengaku masih menunggu petunjuk dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia sempat diamankan didalam kantor Satreskrim selama 2 jam lebih bersama mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.