Kejadian ini dialami jurnalis media nasional suara.com Wita Ayodya Putri. Bermula saat korban meliput kegiatan peluncuran program listrik nasional 35.000 megawatt (MW) di Pantai Goa Cemara, Desa Gadingsari, Sanden, Bantul yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Selain meliput peluncuran program listrik 35.000 MW, oleh medianya, korban juga ditugaskan mewawancarai Joko Widodo tentang aksi bakar diri seorang buruh di Jakarta saat momentum hari buruh internasional (Mayday) 1 Mei lalu. Wawancara langsung dengan presiden hanya memungkinkan dengan doorstop, menyetop presiden untuk wawancara sebelum meninggalkan lokasi.
Pada saat wawancara doorstop tengah berlangsung, posisi korban berada di bagian belakang kerumunan para awak media yang tengah mewawancarai presiden isu lainnya. Paspampres kemudian memberikan akses agar korban bisa lebih dekat dengan presiden sehingga dapat leluasa wawancara.
Korban baru sempat berkata "Pak" (belum direspon presiden), tiba-tiba dari belakang (belakang sebelah samping kanan korban) Kepala Biro Pers Istana, Albiner Sitompul sontak mengatakan, "Mau tanya apa?". Korban menjawab, "Mau tanya soal kasus buruh di Jakarta kemarin". Sitompul menjawab; "Ngapain
kok tanya-tanya soal buruh, tanya aja soal program ini," bentak Sitompul itu.
Tidak hanya berkata kasar, Sitompul itu juga menjewer kuping korban sebanyak dua kali dan berkata; "Awas ya kalau tanya-tanya soal buruh, tanya aja soal program ini". Tidak berhenti disitu saja, Sitorus juga memegang pinggang korban dan berkata, "Awas ya tak cubit kalau sampai tanya soal buruh". Pinggang korban dipegang hingga wawancara doorstop selesai.