Jurnalis MNC TV di Baubau, Andi Lopez menerima ancaman setelah melakukan wawancara.
Awalnya Andi Eba alias Andi Lopez dihubungi oleh keluarga korban pemungutan liar dana KIP Mahasiswa oleh Rektor Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi (IKTB) Baubau. Pada 17 Mei 2025, jurnalis MNC TV dihubungi oleh keluarga korban, yang merupakan mahasiswa IKTB Baubau.
Mahasiswa ini mengaku mendapat ancaman teror via WhatsApp dari pihak kampus. Saat jurnalis bertemu langsung, mahasiswa tersebut bercerita bahwa pihak DIKTI pusat telah melakukan verifikasi atas kasus dugaan penggelapan dana KIP Mahasiswa di kampus IKTB.
Hasilnya Dikti merekomendasikan pihak kampus segera mengembalikan uang KIP yang sudah diambil pihak kampus kepada mahasiswa. Karena pihak Dikti menegaskan bahwa penerima manfaat KIP mahasiswa, tidak dikenakan biaya apapun.
Setelah pihak kampus IKTB mengembalikan uang KIP tersebut kepada 2 mahasiswa, mahasiswa tersebut menerima rangkaian ancaman teror dari sebuah nomor yang diduga adalah rektor IKTB.Beberapa ancaman itu dilaporkan ke Polres Baubau.
Setelah membaca rentetan ancaman lewat WhatsApp tersebut, jurnalis berinisiatif menghubungi Kapolres kota Baubau dan mengirimkan bukti schreenshoot bernada ancaman yang diduga dari Rektor IKTB tersebut. Jurnalis kemudian mendampingi korban membuat laporan.
Pada 19 Mei 2025, jurnalis bersama beberapa jurnalis di Baubau melakukan wawancara bersama Rektor IKTB. Hari itu semua jurnalis diminta menulis nomor telp mereka di buku tamu. Berita tersebut tidak ditayangkan di MNC TV.
Pada 20 Mei 2025, Andi Lopez menerima pesan bertulisan "Tolong berita berita yang kita up di media, tolong dihapus yah, mencoreng nama kampus. Memang benar ada pungutan liar, tetapi semua sudah ditangani Dikti dan Kementerian". Nomor tersebut adalah nomor yang sama yang meneror dua mahasiswa IKTB Baubau.