Jurnalis Inside Lombok, Yudina Nujumul Qurani mengalami kekerasan dan intimidiasi oleh pegawai developer atau pengembang Meka Asia di Lombok Barat pada Selasa, 11 Februari 2024.
Awalnya, akun Instagram Inside Lombok mengunggah laporan warga berupa kondisi banjir di wilayah Lombok Barat, dengan footage foto perumahan Meka Asia, pada Senin 10 Februari 2025.
Namun dalam postingan tersebut, tidak ada narasi atau keterangan yang menyebutkan objek foto dalam postingan tersebut, adalah perumahan Meka Asia. Pihak Meka Asia merasa postingan itu merugikan mereka, sehingga mereka meminta redaksi inside Lombok untuk menghapus postingan tersebut.
Namun redaksi Inside Lombok tidak ingin menghapus postingan itu, dan menawarkan hak jawab atau klarifikasi. Tim Meka Asia menyatakan akan berkoordinasi secara internal lebih dulu terkait hak jawab tersebut, namun tidak juga menyampaikan keputusan kepada Inside Lombok.
Keesokan harinya, jurnalis Inside Lombok Yudina Nujumul Qurani yang sedang dalam kondisi hamil dua bulan, bersama jurnalis SCTV (Awaluddin), Radar Mandalika (Wendi) dan Inews (Muzakkir) datang ke kantor pengembang Meka Asia, untuk meliput warga yang akan meminta solusi dari pihak pengembang terkait banjir di perumahan mereka.
Sejak awal, Yudina yang menyebutkan nama medianya dilarang masuk ke ruangan. Sementara jurnalis lain diperbolehkan masuk. Korban kemudian memilih keluar kantor namun tubuhnya ditarik pihak pengembang.
Pihak Meka Asia, AG kemudian memprotes postingan ke Inside Lombok pada Yudina, dan terjadi perdebatan antara Korban dan AG. Korban merasa tertekan karena pihak pengembang memojokkan dirinya dan mempertanyakan kredibilitasnya.
Karena merasa sangat tertekan, korban keluar dan menangis. Pihak pengembang masih mengejar jurnalis dan menarik tubuhnya kemudian meremas bagian wajahnya. Akibat kejadian itu, korban pulang ke rumah dalam kondisi trauma berat.