Aksi kekerasan itu dialami Riyan saat meliput pelantikan kepala desa setempat. Riyan dan beberapa rekan seprofesinya, datang karena mendapat informasi akan ada upaya aksi penggagalan acara tersebut oleh sekelompok orang. Informasi tersebut ternyata benar. Saat Riyan dan kawan-kawan tiba di lokasi acara, ada sekelompok orang yang menentang pelantikan kepala desa itu. Tanpa buang waktu, Riyan kemudian mencoba mengabadikan momen tersebut. Namun tiba-tiba saja, ada seseorang yang melarang Riyan mengambil gambar tanpa alasan yang jelas. Namun Riyan tidak peduli. Dia terus melakukan pekerjaannya. Bahkan ketika batere kameranya habis, dia meminjam kamera Loli, kontributor Metro TV."Tapi tiba-tiba saja ada orang yang memukul Riyan dari belakang. Kameranya dirampas dan kemudian dibanting. Tidak hanya itu, pelaku lainnya juga menusuk paha kanan Riyan dengan pisau," kata Loli kepada detikcom,