Jurnalis di Nabire, Mis Murib menerima pesan teks berupa teror. Pesan teks berupa intimidasi tersebut, dia terima dari nomor yang sama. Sebelumnya jurnalis telah menulis berita terkait aktivitasa pertambangan yang diduga ilegal di wilayah tersebut.
Pihak perusahaan kemudian mengeluarkan bantahan terhadap pemberitaan terkait "Tambang Ilegal" tersebut yang dimuat dalam laporan sebuah media.
Hanya saja media tersebut, tidak menyebutkan apa dasar legalitas dan tidak membuka idenditas pengelola tambang yang sudah mereka wawancarai.
Pemberitaan itu juga dinilai menyerang pribadi Mis Murib, bahkan menuduh jurnalis telah meneror pihak perusahaan, serta mengancam akan membakar alat beratnya, hingga minta uang Rp100 juta. Tuduhan tersebut diberitakan tanpa bukti karena Mis diyakini tidak melakukan hal tersebut.
Sebelumnya, dalam berita yang terbit di https://papuatengahnews4.wordpress.com/2025/11/13/tambang-hulu-siriwo-p…, pihak perusahaan, Afrian mengungkapkan adanya upaya intimidasi dari oknum yang mengaku sebagai perantara masyarakat maupun jurnalis.
Menurutnya ada yang menemuinya dan menghubunginya melalui telepon dan berbicara dengan nada mengancam. Katanya, kalau tidak bertemu dan menunjukkan izin dalam waktu seminggu, alat mereka akan dibakar.
Ia menyebutkan seseorang berinisial MM inisal Y juga menyahut akan membakar alat mereka.
Afrian juga mengatakan, sempat ada permintaan uang hingga Rp1 miliar, yang kemudian diturunkan menjadi Rp100 juta dengan alasan sumbangan menjelang perayaan Natal.
Perusahaan menolak memberikan uang itu karena tidak ada dasar yang jelas.