Deskripsi Jurnalis Portalsatu di Aceh, Fazil mengalami serangan saat sedang meliput aksi damai yang berlangsung di depan kantor bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon pada Kamis, pada 25 Desember 2025.Aksi damai tersebut merupakan bagian dari gerakan sporadis yang berlangsung di Aceh beberapa minggu terakhir, untuk mendesak pemerintah menetapkan status darurat bencana nasional atas kejadian banjir dan longsor Sumatra.Hari itu, Fazil merekam aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat yang mengamankan aksi terhadap massa aksi. Salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) kemudian menghampiri Fazil dan memaksanya menghapus rekaman video yang telah diambil. Saat itu, Fazil telah menjelaskan bahwa dia seorang jurnalis.Namun tentara tersebut dengan tegas mengatakan dirinya tidak peduli jika Fazil seorang jurnalis dan tetap minta rekaman video tersebut dihapus. Setelah anggota TNI tersebut pergi, Fazil kembali dihampiri anggota TNI lainnya bernama Praka Junaidi. Ketika berhadapan dengan Fazil, dia secara kasar berupaya merampas handphone dari tangan Fazil sembari mengancam akan 'melempar' handphone tersebut apabila rekaman video yang diambil Fazil tidak segera dihapus.Saat itu Fazil berusaha mempertahankan alat kerjanya, namun telepon genggam yang selama ini digunakan oleh Fazil sebagai alat kerja akhirnya rusak, layarnya hitam atau blank. Meskipun data rekaman video tersebut masih tersimpan di dalam perangkat miliknya, tetapi rusaknya telepon genggamnya telah menghambat tugas jurnalistik korban. Data Kejadian Tanggal kejadian 25 December, 2025 Kota/Kab Kota Lhokseumawe Jenis kekerasan Perusakan / Perampasan Alat Data Korban Nama korban Fazil Kota/Kab (korban) Kota Lhokseumawe Jenis kelamin (korban) Laki-Laki Rentang usia Data tidak bisa diidentifikasi Pekerjaan Jurnalis Nama media Portalsatu Jenis media Media Online Data Pelaku Nama pelaku Praka Junaidi Kota/Kab (pelaku) Kota Lhokseumawe Jenis kelamin (pelaku) Laki-Laki Pekerjaan pelaku TNI Jenis pelaku TNI Kategori pelaku Negara Lembaga pelaku TNI Latar belakang TNI yang mengamankan aksi damai depan kantor bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon