Advokasi | Data Kekerasan Tim Advokasi AJI Indonesia

Antisipasi Pengintaian

Pengintaian bisa dalam beragam bentuk. Dari gaya lama seperti mengikuti jurnalis saat melakukan peliputan, hingga menyadap atau “mengintip” data elektronik tanpa sepengetahuan
dan jejak yang dapat ditelusuri jurnalis. Cara pertama biasanya dilakukan rezime represif karena keterbatasan kemampuan, seperti yang terjadi beberapa negara Afrika. Cara lain yang mengerikan dan membahayakan dilakukan negara dengan kemampuan dan peralatan inteligen seperti Cina.

Sepanjang dekade terakhir, interligen Kolombia melakukan pengintaian email secara illegal, menyadap percakapan telepon, dan melakukan pengintaian terhadap jurnalis asing dari
beberapa negara yang menjadi target mereka. Sedangkan di Tunisia pada masa Zina El Abidin Ben Ali, jurnalis yang kritis mendapat intimidasi dan diintai selama melakukan tugas peliputan.

CPJ mendokumentasikan kasus-kasus pengintaian terhadap jurnalis baik berupa fisik dan elektronik di beberapa negara, termasuk Afganistan, Angola, Bangladesh, Belarus. Di Amerika Serikat, bekas pejabat National Security Agency mengatakan pada MSNBC bahwa agen inteligen negara itu telah menyadap percakapan jurnalis pada tahun 2000;-an.

Pengintaian fisik pada jurnalis biasanya adalah bagian dari prosedur serangan kekerasan. Seorang staf Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengakui orang suruhan mereka mengintai jurnalis Georgy Gongadze, sebelum diculik dan dibunuh pada 2000;-an. Karena itu jurnalis perlu melakukan pemetaan lebih mendalam ketika melakukan peliputan khusus yang sensitif. Kewaspadaan perlu dinaikkan jika mulai muncul kekhawatiran gerakan, komunikasi dan materi liputan telah disadap oleh pihak ketiga.


Petakan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Pekerjaan apa yang anda lakukan sekarang yang cukup sensitif?
  • Siapa yang kemungkinan tersinggung atau tidak senang dengan reportase tersebut?
  • Bagaimana bentuk pengintaian yang kemungkinan mereka lakukan?
  • Bagaimana kemampuan mereka melakukan pengintaian, apakah menyewa orang untuk mengikuti orang atau memiliki kemampuan untuk menyadap alat elektronik?

Ketika sudah menemukan level risiko dan cara yang mungkin akan digunakan untuk melakukan pengintaian, perlu membuat strategi dan memodifikasi aktivitas keseharian atau pekerjaan yang bersifat rutin sebagai langkah antisipasi. Untuk aktivitas komunikasi perlu dipertimbangkan untuk memerapkan pengamanan seperti dalam bab pengamanan alat teknologi.

Jurnalis juga harus mengingatkan editor dan kolega, serta kelompok yang membantu advokasi di tingkat lokal maupun internasional. Perlu lebih waspada dengan orang-orang yang tidak biasa atau kendaraan yang tidak dikenal yang berada di luar kantor atau rumah, terutama jika mereka tampak lebih dari sekali. Mendeteksi kemungkinan telah diikuti sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko. Buat daftar orang-orang yang dapat dipercaya untuk memantau pergerakan korban (buddy system).

ShareThis Copy and Paste