Advokasi | Data Kekerasan Tim Advokasi AJI Indonesia

Pemahaman Lokasi

Sebelum melakukan peliputan, jurnalis disarankan untuk:

(1) Mencari informasi sebanyak mungkin mengenai wilayah/ lokasi yang akan mereka datangi. Informasi yang dimaksud termasuk informasi seputar keamanan, keadaan sosial, politik, kesehatan, iklim/cuaca, media di daerah tersebut, serta infrastrukturnya. Jurnalis juga hendaknya memahami adat istiadat setempat. Misalnya, cara berpakaian dan berkomunikasi di daerah tersebut.

(2) Penting pula bagi jurnalis untuk mengidentifikasi narasumber, dari berbagai bidang, sebelum datang ke area peliputan.

Bagaimana cara mendapatkan informasi dalam poin (1) dan (2)?

  •  Bertanya kepada kawan yang sudah pernah melakukan peliputan di daerah tersebut, atau menghubungi wartawan lokal di daerah tersebut. Melalui kontak tersebut, jurnalis dapat meminta bantuan untuk mendapatkan fixer (jika dibutuhkan) yang baik dan terpercaya— sangat memahami lokasi dan narasumber, supir/ transportasi dan hotel atau tempat menginap yang aman.
  • Jurnalis dapat menghubungi NGO/ lembaga nirlaba yang berada di daerah tersebut.
  • Jurnalis dapat menghubungi peneliti atau dosen di daerah tersebut.
  • Jika area peliputan adalah di luar negeri, maka sebaiknya jurnalis menghubungi Kedutaan Besar Indonesia atau diplomat yang ada di negara tersebut sebelum berangkat.
  • Jurnalis juga dapat berkonsultasi dengan jurnalis lain yang dianggap memiliki pengetahuan lebih. Jurnalis yang hendak melakukan peliputan dapat meminta pendapat kepada senior tersebut bagaimana/ apa pendekatan yang tepat untuk mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan dalam peliputan tersebut.
  • Jurnalis juga sebaiknya mencari informasi apakah akan ada identitas (ID) khusus atau surat izin khusus yang dibutuhkan di area peliputan tersebut. Jika iya, maka sebaiknya jurnalis mengurus hal tersebut sebelum berangkat. Selain hal tersebut di atas.

Jurnalis juga sebaiknya: 

(3) Menyusun strategi apabila terjadi kejadian kegawatdaruratan (emergency). Misalnya mengetahui jalan pulang/ keluar dari wilayah tersebut serta memiliki kontak yang terpercaya. Editor maupun anggota keluarga selalu mendapat informasi pergerakan jurnalis selama melakukan peliputan.

Jurnalis juga sebaiknya:

(4) Memiliki penghubung di lapangan yang dia percaya (buddy system), yang mengetahui cara menghubungi editor atau keluarga jurnalis, jika terjadi sesuatu saat melakukan peliputan. Editor dan anggota keluarga juga sebaiknya mengetahui penghubung di lapangan tersebut. Sehingga mereka dapat menghubunginya jika dirasa ada sesuatu yang mengkhawatirkan kondisi jurnalis saat melakukan peliputan.

Sebelum berangkat, jurnalis sebaiknya:

(5) Sudah memutuskan cara yang akan dipakai untuk berkomunikasi dengan editornya. Apakah lewat e-mail, atau pesan via aplikasi, atau apakah jurnalis memerlukan cara komunikasi lain yang lebih terjaga keamanannya.

ShareThis Copy and Paste