2023-03-09
Kota Jakarta Pusat
Persiapan diskusi dengan tema "Masa Depan Orangutan Tapanuli & Ekosistem Batang Toru", yang digelar oleh Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) bersama sejumlah organisasi, di sebuah kafe di Tebet, menjadi ricuh dan menegangkan karena didatangi 4 orang tidak dikenal yang meminta acara diskusi dibubarkan.

Sekelompok orang tidak dikenal, berteriak dan membuat kericuhan dan sempat membanting meja, membuat suasan pra diskusi agak ricuh. Orang tersebut sempat ditenangkan oleh panitia pelaksana diskusi, tetapi mereka tetap ingin acara diskusi dibubarkan. Setelah menolak berdialog dengan panitia, akhirnya petugas keamanan datang dan acara diskusi tetap dilanjutkan.

Diskusi yang digelar pada Kamis, 9 Maret 2023 sejak sekitar pukul 11.00 WIB ini, digelar sebagai respons atas liputan kolaborasi lima media massa nasional, yang mengangkat topik masalah ancaman Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pada bentang alam Batang Toru, Sumatera Utara.

Sejumlah permasalahan proyek diungkap dalam liputan kolaborasi tersebut. Diantaranya, dugaan ancaman kerusakan terhadap kawasan dan habitat orang utan PLTA, yang dibangun di atas kawasan yang dinilai merupakan sesar bencana. Media menulis sudah banyak kejadian bencana longsor, yang menewaskan korban jiwa manusia, termasuk para pekerja di kawasan tersebut. Selain itu, liputan kolaborasi ini juga menyoroti proyek PLTA ini diduga berpotensi menimbulkan keuangan negara.

AJI dan Komite Keselamatan Jurnalis menilai tindakan sekelompok orang tersebut merupakan aksi premanisme, yang merusak demokrasi dan melanggar konstitusi. Dalam iklim demokrasi yang sehat, tidak seharusnya ada kegiatan diskusi dibubarkan oleh aksi premanisme. Diskusi yang juga akan diliput oleh puluhan jurnalis tersebut, merupakan wujud hak kebebasan berekspresi dan kebebasan pers yang merupakan salah satu aspek penting demokrasi.

Komite Keselamatan Jurnalis menilai upaya pembubaran dan pelarangan diskusi SIEJ, adalah salah satu bentuk kejahatan. Karena itu, polisi harus menangkap pelaku dan mengusut dalang premanisme yang berupaya menghalangi pelaksanaan diskusi tersebut.

Pelaku

Para Jurnalis Media Cetak, Online peserta Diskusi
Warga

Korban

Peserta Diskusi (Nama Samaran)
Para jurnalis
Jurnalis Media Cetak dan Online di Jakarta
Lainnya

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: