2022-12-07
Kota Mataram
Jurnalis NTBSatu.com Mugni Agni diintimidasi oleh polisi dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu, 7 Desember 2022, karena laporan yang ditulisnya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 3 Desember 2022 Mugni menulis laporan berjudul "Terindikasi Fee Mengalir ke Oknum Penyidik Polda NTB Terkait Kasus Kosmetik Ilegal?". Laporan tersebut terbit setelah melampirkan konfirmasi beberapa pihak terkait.

Hari Rabu pagi, Mugni ditelpon oleh penyidik Ditkrimsus Polda NTB Wayan, untuk datang ke kantor Krimsus Polda NTB. Mugni kemudian bergerak menuju Polda NTB. Sekitar pukul 9.40 Mugni tiba di kantor Ditkrimsus Polda NTB dan bertemu dengan Sugiono dan Wayan, penyidik soal kasus Kosmetik itu.

Dalam pertemuan tersebut, dua penyidik tersebut sempat meminta Mugni untuk membuka sumber informasi yang ditulis dalam beritanya. Mugni menolak untuk memberikan informasinya, dan mengatakan itu merupakan kewenangan Redaksi.

Mugni kemudian diminta untuk bertemu Kasubdit l Polda setempat. Dalam pertemuan itu, Mugni menerima beberapa pernyataan yang memojokkan posisinya sebagai jurnalis.

"Jadi kamu itu salah, sudah memberitakan yang gak-gak," "Saya sudah tahu kamu, saya sudah telusuri jejak digital kamu, saya bisa saja penjarakan kamu, katanya."

Korban mendengar Dikrimsus menginstruksikan untuk memberikan SP 1 (surat peringatan) pertama, kepada dirinya. Jika ada laporan lain yang lebih kritis soal itu, akan ada ancaman lebih serius. Kemudian Mugni diancam kena pidana menggunakan KUHP yang baru disahkan.

"Saya sudah pelajari UU Pers, dan KUHP terbaru, bisa saja kamu kena di sana, karena informasi ini tidak benar" kata polisi kepada korban.

Pelaku

Polisi Sugiono dan Wayan, dan Kasubdit Polda NTB
Polisi

Korban

Mugni Ilma (Nama Samaran)
Jurnalis
NTBSatu
Media Online