2022-11-25
Kota Mataram
Jurnalis Viva.co Satria Zulfikar, mendapat intimidasi untuk menghapus laporan yang ditulisnya. Intimidasi itu diterima pada Jumat, 25 November 2022.

Dua hari sebelumnya, pada Rabu, 23 November 2022, Zulfikar menulis berita berjudul "Dugaan Pungli di Satlantas Polresta Mataram, Surat Kecelakaan Harus Bayar". Laporan tersebut diterbitkan di website medianya.

Rabu siang salah seorang dari Paminal Bidpropam Polda NTB menghubunginya, dan meminta untuk datang ke Polda NTB, dan menjelaskan kronologi kejadian yang ditulis dalam laporannya, juga meminta nama korban dari kasus Pungli tersebut. Tetapi Satria mengatakan dia tidak bisa datang ke Polda, dan juga tidak bisa memberikan nama korban pungli yang ditulis dalam beritanya.

Pada Rabu, 23 November 2022 sekitar pukul 13.44 WIT, ada seorang wartawan yang bertugas di bidang hukum dan kriminal, meminta korban bertemu Kasatlantas Polresta Mataram. Dia juga meminta agar berita dihapus, dan mengatakan nanti ada biaya dari Kasatlantas.

Saat itu jurnalis mengatakan tidak bisa menghapus berita yang sudah terbit. Dia menyanggupi datang apabila Kasatlantas mau bertemu, untuk wawancara seputar dugaan pungli. Pertemuan dengan Kasatlantas pun batal.

Pelaku

Polisi dari Propam Polda NTB
Polisi dari Propam Polda NTB
Polisi

Korban

Satria Zulfikar (Nama Samaran)
Kab. Lombok Tengah
Jurnalis
Viva.co
Media Online