2022-09-07
Kota Banda Aceh
Alat kerja Jurnalis Harian Serambi Indonesia, Indra Wijaya dirusak aparat, saat sedang melakukan liputan aksi demonstrasi di depan gedung DPR Aceh, Jl Daud Bereueh, Banda Aceh, Rabu, 7 Agustus 2022.
Hari itu, sekitar lukul 13.00 WIB, Indra Wijaya hadir di lokasi. Saat itu massa aksi sudah berdiri di jalan depan kantor DPR Aceh.
Dia kemudian mengambil video suasana massa yang sudah berkumpul di depan gedung DPR.
Sekitar 30 kemudian, massa bergerak menuju pintu gerbang pintu masuk Gedung DPR Aceh. Saat hendak masuk, massa dihadang oleh polisi karena hanya diberi ruang kepada 10 perwakilan mahasiswa untuk audensi dengan pihak DPR Aceh. Massa tidak terima, sehingga mencoba mendobrak pintu pagar gedung DPR untuk bisa masuk ke dalam.

Melihat aksi mulai memanas, Indra Wijaya berinisiatif melakukan live via facebook untuk redaksi serambi Indonesia. Beberapa menit kemudian, atau sekitar menit ke delapan, saat arah kamera difokuskan kepada beberapa massa yang diamankan polisi. Seseorang yang diduga oknum intel polisi memukul dan menjatuhkan handphone korban hingga jatuh ke jalan. Handphonenya pecah dan rusak bagian layarnya.

Saat itu laporan secara langsung, masih terus dilakukan, gambar sudah tidak teratur.
Indra mengambil telepon genggamnya di jalan, kemudian menyelamatkan diri, untuk lokasi ke depan halte dekat Kantor Bulog, yang bersebelahan dengan Gedung DPR Aceh. Saat itu, Indra melihat handphone nya sudah rusak, tombol dan keyboard tidak sempurna lagi.

Meski dalam kondisi layar Hp yang sudah pecah, namun siaran langsung tetap dilakukan, karena kamera belakang masih bisa mengambil gambar atau video.
Setelah aksi mulai mereda, korban melaporkan kejadian tersebut kepada redaksi Serambi Indonesia dan AJI Indonesia.

Pelaku

Intel Polisi
Intel Polisi
Polisi

Korban

Indra Wijaya (Nama Samaran)
Serambi Indonesia
Harian