2021-11-30
Kota Palembang
Dua jurnalis media online berinisial S dan IL, mengalami kekerasan saat akan melakukan konfirmasi di Rumah Sakit (RS) Ar Rasyid Palembang. Dua jurnalis tersebut berencana akan meminta konfirmasi ke pihak RS, untuk kasus pasien bersalin caesar yang tidak mampu melunasi biaya persalinan, sehingga bayinya ditahan pihak RS.

Hari itu, Selasa 30 November 2021, sekitar pukul 15.00 Wib, S dan IL datang ke RS Ar Rasyid. Setelah meminta izin pihak pengamanan atau security RS, keduanya menuliskan nama di buku tamu, selanjutnya mereka diarahkan ke bagian informasi untuk menyampaikan tujuannya.

Pada bagian informasi, S dan IL menyampaikan dirinya dari media, dan bermaksud untuk bertemua Direktur atau Humas Rumah Sakit Ar Rasyid, untuk melakukan konfirmasi atas informasi yang menyebar di kalangan media. Bagian informasi meminta kedua jurnalis tersebut untuk menunggu, sementara dia memanggil pihak Humas.

Setelah menunggu selama sekitar 15 menit, dua orang ibu yang datang dan salah satunya mengaku sebagai pimpinan RS. Hal ini kemudian dikonfirmasi Direktur RS Ar Rasyid, Kolonel CPM [Purn] dr Tony Siguntang SP THT bahwa oknum tersebut adalah supervisor, mewakili pimpinan yang mengurus manajemen, dan hari itu bertugas melakukan pelayanan.

Namun oknum yang mengaku sebagai pimpinan RS tersebut, tidak memberikan penjelasan tetapi mengusir kedua jurnalis tersebut secara kasar. Bahkan oknum tersebut secara paksa mengambil dan membanting ponsel salah satu jurnalis. Setelah mengusir jurnalis, oknum tersebut menutup pintu secara kasar.

Tidak terima aksi kekerasan tersebut, kedua korban melaporkan tindakan oknum supervisor RS Ar Rasyid tersebut ke SPKT Mapolda Sumsel.

Pelaku

Pelaku Tidak dikenal
Supervisor RS Ar Rasyid Palembang
Pekerja Profesional
RS Ar Rasyid Palembang

Korban

S dan IL (Nama Samaran)
Jurnalis
Jurnal.com
Media Online