2021-07-25
Kota Medan
Jurnalis Jelajah Perkara.com di Medan, Persada Sembiring disiram air keras pada wajahnya hingga mengalami luka parah. Korban disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kota Medan, pada Minggu (25/7) malam.

Menurut teman korban, Bonni T M, malam itu Persada menelfonnya dan menyampaikan wajahnya baru saja disiram air keras oleh orang tak dikenal. Boni segera menjemput korban di depan rumah makan Telesonika simpang Selayang dan mengantarnya ke RSU Adam Malik untuk mendapat perawatan tim medis.

Bonni yang juga seorang jurnalis, kepada media menyampaikan sewaktu menemui korban malam itu, dia melihat semua wajah korban terkena air keras. Namun dia tidak mengetahui apa motif penyiraman tersebut, karena belum sempat menanyakan hal itu kepada korban.

Pada Senin, 2 Agustus 2021, Polrestabes Medan bersama Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menginformasikan telah meringkus 5 dari 6 tersangka pelaku penyiraman air keras terhadap seorang pimpinan redaksi Jelajah Perkara, Persada Sembiring.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi lantaran adanya permintaan uang sejumlah Rp 500.000 sampai Rp.4.000.000 oleh pelaku yang sudah diterima oleh korban sejak bulan Oktober 2020.Uang tersebut diminta korban supaya aktivitas permainan ketangkasan judi itu tidak diberitakan oleh korban.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunark para tersangka tersebut diantaranya berinisial UA ( 50) bertugas sebagai pengemudi Sepeda motor Vixion dan ikut merencanakan Penyiraman Air Keras, NAR ( eksekutor ) warga pasar III, Datuk Kabu, HS ( 36) warga Namo Gajah, Medan Tuntungan yang ikut merencanakan Penyiraman Air Keras terhadap korban dan ISK (39) warga Jalan Bunga Kardiol, Kelurahan Ladang Bambu, Medan Tuntungan yang Bertugas untuk mencari pelaku eksekutor serta SS (41) warga Jalan Petunia II, Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan yang bertugas sebagai perencana penyiraman air keras. Polisi juga tengah mencari seorang pelaku lagi berinisial S.

Menurutnya, HS selaku pemilik arena ketangkasan melaporkan pada SS bahwa ada permintaan uang oleh korban pada bulan Juni dan sudah berlangsung 8 kali sebagai uang jatah bulanan dari mulai 500.000 hingga 4.000.000 per bulan. Hingga akhirnya muncul ide untuk memberi pelajaran kepada korban. Biasa nya korban menerima uang dari pengelola judi ketangkasan tanggal 21 setiap bulan.
Namun pada Juni 2021 jatah korban terlambat diberikan hingga akhirnya korban mengirimkan link berita online pada pengelola terkait aktifitas judi yang dikelola pelaku, namun kepada pelaku, korban mengaku bahwa berita-berita itu belum di share kemana-mana.

Pelaku

HS
Tidak Dikenal

Korban

Persada Sembiring (Nama Samaran)
Jurnalis
Jelajah Perkara.com
Media Online

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: