2021-06-28
Kota Yogyakarta
Jurnalis Tirto.id, Yogyakarta, Nur Hidayah Perwitasari mendapat intimidasi akibat pemberitaan yang ditulisnya.
Berita yang ditulis terkait limbah pabrik gula Madukismo, pabrik milik Sri Sultan Hamengku Buwono X, raja sekaligus Gubernur DIY, terbit di laman Tirto.id, dengan judul https://tirto.id/bau-kentut-limbah-madukismo-milik-sultan-yogyakarta-ggZi .

Kepala Seksi Pengolahan Limbah dan Lingkungan Madukismo, Atta Nurochman yang telah membaca berita itu, kemudian menghubungi penulis berita tersebut melalui pesan WhatsApp, pada senin, 28 Juni 2021. Dia mengatakan “Judule marai gayeng iki mbak”. Atta menanyakan siapa pimred Tirto.id dan meminta waktu untuk bertemu karena menurutnya ada yang perlu diluruskan. Penulis menolak ajakan bertemu dan mengatakan kalau bisa via telepon saja.

Sekitar pukul 07.19 WIB, pada hari yang sama, Atta menelepon dan mengatakan bahwa judul beritanya membuat ramai, ia juga menjelaskan soal sawah di belakang madukismo tak bisa ditanami bukan karena limbah tetapi karena manajemen air yang buruk.
Penulis menjelaskan bahwa judul berita, adalah kebijakan redaksi. Sementara isi berita berdasarkan keterangan narasumber, dan meminta Atta untuk memberikan hak jawab jika menurutnya ada keterangan dari berita itu yang tidak sesuai. Namun Atta menolak, dengan alasan kalau memberi hak jawab nanti terkesan Madukismo tidak terima dengan berita tersebut.

Atta juga mengatakan sangat menyayangkan isi pemberitaan mengaitkan dengan keratin. Dia mengatakan kalau nanti diminta pihak keratin, menyelesaikan masalah ini maka dia akan selesaikan. Hal itu diungkapkan Atta dengan nada mengintimidasi.

Pada Rabu, 30 Juni 2021, sekitar pukul 14.30 WIB, Atta kembali menelepon penulis, dan meminta diberi tahu dimana lokasi rumah bu Paliyem-salah satu narasumber dalam berita tersebut, karena Atta ingin mengetahui tempat tinggal Paliyem, dan berniat menemuinya. Ia menjelaskan warga yang terdampak limbah Madukismo, sudah mendapat bantuan CSR pemasangan PDAM. Tetapi penulis tidak ingin memberi tahu alamat bu Paliyem.

Pak Atta kemudian mengatakan bahwa berita soal Madukismo ramai di media sosial Facebook. Menurutnya nama penulis berita itu, sekarang terkenal “wita tirto”. Meskipun banyak yang menghubungi Pak Atta dan mengatakan akan menyelesaikan masalah ini, tetapi Pak Atta mengatakan biar dia saja yang mengurus wartawan Tirto.id Yogyakarta tersebut. Atta mengatakan nanti kalau sudah selesai, dia mau mengajak jurnalis bertemu sambil berbincang bincang. Iya juga mengatakan kenapa Tirto tidak menulis soal tambang pasir di Yogyakarta saja.

Setelah telepon di tutup, Atta mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp dan mengatakan “Mbak kalau bisa saya minta alamatnya bu Paliyem nggih”.

Pelaku

Atta Nurochman
Kota Yogyakarta
Kepala Seksi Pengolahan Limbah dan Lingkungan Madukismo
Aparat Pemerintah

Korban

Nur Hidayah Perwitasari (Nama Samaran)
Jurnalis
Tirto.id
Media Online

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: