2021-06-15
Kota Surabaya
Kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi, telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Kuasa hukum Nurhadi, M Fatkhul Khoir kepada media di Surabaya, menyampaikan dirinya telah mendapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari penyidik Polda Jatim, pada Selasa, 15 Juni 2021. Padahal pemeriksaan terhadap kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejati Jatim pada 27 Mei 2021.

Menurut Fatkhul Khoir, meskipun kasus kekerasan terhadap jurnalis ini, sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi jawa Timur, namun mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka belum juga ditahan oleh pihak berwajib.
Dia menyatakan, pihaknya ingin mempertanyakan alasan penyidik tidak menahan tersangka Purwanto dan Firman. Juga ingin mengetahui apakah keduanya telah mendapat sanksi dari internal kepolisian, terhadap 2 anggotanya yang menjadi tersangka. Apalagi pihaknya sudah melaporkan ini ke Propam Mabes Polri. Pihaknya mendesak agar Polri juga memberikan sanksi internal kepada kedua orang tersangka kasus kekerasan terhadap jurnalis itu, Purwanto dan Firman.
Salawati, anggota kuasa hukum jurnalis Nurhadi dari LBH Lentera menyatakan dalam rekonstruksi yang berlangsung pada 19 Mei 2021 di gedung Graha Samudra Bumimoro yang merupakan lokasi terjadinya penganiayaan, muncul informasi baru mengenai keterlibatan seorang anggota polisi yang diduga menantu Angin Prayitno Aji.
Informasi tersebut sempat muncul dalam rekonstruksi. Namun saat rekonstruksi dilakukan, keterangan itu belum masuk ke BAP yang dibuat penyidik Polda Jatim. Sehingga pasca rekonstruksi, penyidik kembali memanggil Nurhadi untuk membuat BAP tambahan.
Salawati menyatakan berdasarkan keterangan korban dan dari berbagai barang bukti, ada keterlibatan banyak orang. Penyidik harus mengusut mereka juga, termasuk orang yang saat peristiwa di hotel Arcadia, dihubungi oleh dua tersangka dan disebut-sebut dengan panggilan bapak.
Nurhadi adalah jurnalis Tempo di Surabaya yang mendapat tindakan kekerasan oleh sekelompok orang, saat menjalankan tugas jurnalistik di di Gedung Samudra Bumimoro. Nurhadi berencana meminta keterangan terkait kasus dugaan suap yang dilakukan oleh Angin Prayitno Aji, yang saat itu melakukan hajatan resepsi pernikahan anaknya serta anak Kombes Pol Ahmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim. Kedatangan Nurhadi ke lokasi rupanya membuat marah para pelaku yang berjumlah belasan orang. Mereka kemudian menganiaya Nurhadi lalu merusak sim card di ponsel miliknya serta menghapus seluruh data dan dokumen yang tersimpan di ponsel tersebut.

Pelaku

Purwanto dan Firman
Polisi

Korban

Nurhadi (Nama Samaran)
Jurnalis
Tempo
Harian